Siswa di Lamongan Belajar di Ruang Kelas yang Terendam Banjir Luapan Anak Bengawan Solo

Rabu, 16 Februari 2022 - 09:16 WIB
loading...
Siswa di Lamongan Belajar...
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Jelakcatur di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Siswa belajar di atas genangan.Foto/Abdul Wakhid
A A A
LAMONGAN - Hampir dua bulan terakhir beberapa sekolah di Lamongan, Jawa Timur terendam banjir luapan anak Sungai Bengawan Solo. Siswa yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terpaksa harus belajar di ruang kelas yang terendam banjir.

Pemandangan ini terlihat di SDN Jelakcatur di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Jawa Timur. Sekolah ini sudah dua bulan terendam banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo.

Baca juga: Hujan Deras Sejam, Jalan Protokol di Kota Bojonegoro Mendadak Jadi Kolam

Banjir memaksa pihak sekolah meliburkan kegiatan PTM bagi siswa kelas satu hingga tiga. Mereka diganti belajar daring. Selama ditinggal daring, ruang kelas menjadi kotor dan lantainya berlumut.

Sementara di halaman sekolah, genangan air masih mencapai satu meter dan membahayakan bagi siswa jika dipaksakan masuk sekolah.

Siswa lain yang masih mengikuti PTM terpaksa belajar di atas genangan air. Meski begitu, kondisi ini tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk tetap menuntut ilmu. Mereka ke sekolah hanya menggunakan sandal.



"Siswa kelas empat sampai kelas enam masih mengikuti pembelajaran tatap muka. Namun proses pembelajaran digilir setiap hari, karena kondisi banjir. Selain itu juga karena COVID-19," ujar Kepala SDN Jelakcatur, Yanto.

Menurutnya, banjir luapan anak Sungai Bengawan Solo ini terjadi hampir setiap tahun. Banjir juga bisa menggenangi sekolah, antara dua hingga empat bulan lamanya.

Pemerintah daerah, provinsi maupun pusat belum melakukan upaya serius untuk mengatasi banjir tahunan ini.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Cuaca Ekstrem Picu Banjir...
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah dalam 2 Hari
Cuaca Ekstrem Masih...
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Banjir dan Angin Kencang Landa Bogor hingga Pati
Cegah Banjir, 39,7 Ton...
Cegah Banjir, 39,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Sabi Kota Tangerang
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Bogor dan Jakarta:...
Banjir Bogor dan Jakarta: Alarm Keras Transformasi Tata Kota Berbasis Air
Rumah Katon Bagaskara...
Rumah Katon Bagaskara Terendam Banjir, Desak Pramono Anung Bertindak
Meksiko Akan Tenggelam...
Meksiko Akan Tenggelam Lebih Cepat Dibanding Negara Lain di Dunia
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Rekomendasi
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Berita Terkini
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan Persija Ale
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved