Tragedi Ritual Kanuragan di Pantai Selatan Tewaskan 11 Orang, Ini Kata MUI Jember
Senin, 14 Februari 2022 - 08:28 WIB
loading...
Ketua MUI Jember Abdul Haris.Foto/Bambang S
A
A
A
JEMBER - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember menanggapi tragedi ritual kanuragan maut di Pantai Payangan, Ambulu, Jember yang menewaskan 11 orang pada Minggu (13/2/2022) dinihari.
Menurut Ketua MUI Jember Abdul Haris, kegiatan ritual apa saja dipersilahkan senyampang tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Jika Padepokan Tunggal Jati Nusantara bernuansa Islam, peribadatan paling pas di masjid.
Baca juga: Melihat Padepokan Tunggal Jati Tempat Para Korban Ritual Kanuragan di Pantai Payangan
"Bukan di pinggir pantai yang sangat berbahaya, apalagi saat ombak besar datang," katanya, Senin (14/2/2022). Dia menegaskan, MUI tidak mengetahui keberadaan pedepokan ini. Namanya baru terdengar setelah kejadian ritual maut itu.
Diberitakan sebelumnya, tragedi maut belasan orang tenggelam di Pantai Payangan, Ambulu, Jember, Jawa Timur masih ditangani aparat setempat. Korban yang tenggelam dan hilang masih dicari.
Menurut Ketua MUI Jember Abdul Haris, kegiatan ritual apa saja dipersilahkan senyampang tidak menyimpang dari ajaran agama Islam. Jika Padepokan Tunggal Jati Nusantara bernuansa Islam, peribadatan paling pas di masjid.
Baca juga: Melihat Padepokan Tunggal Jati Tempat Para Korban Ritual Kanuragan di Pantai Payangan
"Bukan di pinggir pantai yang sangat berbahaya, apalagi saat ombak besar datang," katanya, Senin (14/2/2022). Dia menegaskan, MUI tidak mengetahui keberadaan pedepokan ini. Namanya baru terdengar setelah kejadian ritual maut itu.
Diberitakan sebelumnya, tragedi maut belasan orang tenggelam di Pantai Payangan, Ambulu, Jember, Jawa Timur masih ditangani aparat setempat. Korban yang tenggelam dan hilang masih dicari.
Lihat Juga :