Tangis Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Suami Istri Korban Ritual Maut di Pantai Payangan
Senin, 14 Februari 2022 - 02:06 WIB
loading...
Usai autopsi jenazah pasangan suami istri korban tenggelam ritual maut di Pantai Payangan Kabupaten Jember, langsung dimakamkan. Foto/iNews TV/Yayan Nugroho
A
A
A
JEMBER - Jenazah pasangan suami istri, Syaiful dan Sri Wahyuni langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Krajan, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Minggu (13/2/2022) tengah malam. Keduanya merupakan korban tenggelam di Pantai Payangan, Kabupaten Jember.
Baca juga: 11 Korban Tewas Akibat Ritual Kanuragan di Jember, Ini Identitasnya
Sebelum dipulangkan dan dimakamkan, jenazah pasangan suami istri ini sempat menjalani proses autopsi di RSUD dr. Soebandi Jember, bersama sembilan jenazah lainnya. Sebanyak 11 korban tewas tenggelam di Pantai Payangan, saat menjalani ritual kanuragan.
Lima anak almarhum Syaiful dan Sri Wahyuni yang masih kecil, menyambut kedatangan jenazah kedua orang tuanya dengan tangis haru. Para kerabat dan tetangga korban juga turut menyambutnya dengan tangis kepiluan.
Baca juga: Polwan Cantik Manado Briptu Christy 2 Bulan Minggat, Ini Nasihat Tegas Seniornya
"Meskipun hidup di bawah garis kemiskinan, kedua korban selama ini dikenal sangat baik. Dalam kesehariannya, Syaiful bekerja sebagai sales kopi, sedangkan istrinya Sri Wahyuni bekerja sebagai buruh borongan pabrik kerupuk," ujar tetangga korban, Denis Ekawati.
Baca juga: Sadis! Ibu Muda Bunuh Anak Kandung Pakai Mandau Lalu Dibuang ke Sungai Barito
Syaiful dan Sri Wahyuni sudah mengikuti pengajian di padepokan sejak dua bulan terakhir. Pasangan suami istri ini terakhir berpamitan hari Sabtu (12/2/2022) malam. Nahas, pada Minggu (13/2/2022) pagi keduanya ditemukan tewas terseret ombak Pantai Payangan.
Baca juga: 11 Korban Tewas Akibat Ritual Kanuragan di Jember, Ini Identitasnya
Sebelum dipulangkan dan dimakamkan, jenazah pasangan suami istri ini sempat menjalani proses autopsi di RSUD dr. Soebandi Jember, bersama sembilan jenazah lainnya. Sebanyak 11 korban tewas tenggelam di Pantai Payangan, saat menjalani ritual kanuragan.
Lima anak almarhum Syaiful dan Sri Wahyuni yang masih kecil, menyambut kedatangan jenazah kedua orang tuanya dengan tangis haru. Para kerabat dan tetangga korban juga turut menyambutnya dengan tangis kepiluan.
Baca juga: Polwan Cantik Manado Briptu Christy 2 Bulan Minggat, Ini Nasihat Tegas Seniornya
"Meskipun hidup di bawah garis kemiskinan, kedua korban selama ini dikenal sangat baik. Dalam kesehariannya, Syaiful bekerja sebagai sales kopi, sedangkan istrinya Sri Wahyuni bekerja sebagai buruh borongan pabrik kerupuk," ujar tetangga korban, Denis Ekawati.
Baca juga: Sadis! Ibu Muda Bunuh Anak Kandung Pakai Mandau Lalu Dibuang ke Sungai Barito
Syaiful dan Sri Wahyuni sudah mengikuti pengajian di padepokan sejak dua bulan terakhir. Pasangan suami istri ini terakhir berpamitan hari Sabtu (12/2/2022) malam. Nahas, pada Minggu (13/2/2022) pagi keduanya ditemukan tewas terseret ombak Pantai Payangan.
(eyt)
Lihat Juga :