Alamakjang! Ditemukan Ada Kondom Bekas Pakai di SMPN 39 Medan Belawan
Sabtu, 13 Juni 2020 - 06:42 WIB
loading...
Ruang kelas SMP Negeri 39, Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, Belawan dijadikan tempat maksiat oleh orang tak bertanggung jawab. iNews TV/Yudha
A
A
A
MEDAN - Ruang kelas SMP Negeri 39, Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Belawan, Medan , dijadikan tempat maksiat oleh orang tak bertanggung jawab.
Gedung SMP Negeri 39 tersebut kosong selama diberlakukannya siswa belajar di rumah terkait wabah Covid-19
Setiap pagi ditemukan sejumlah kondom, alat isap sabu dan kerusakan pintu ruang kelas. Hal tersebut membuat Kepala Sekolah, Ester Simanjuntak bersama guru resah. Mereka berharap, penegak hukum untuk menangkap para pelaku maksiat tersebut. (BACA JUGA: Mau Terapkan Protokol Kesehatan, KPU Medan Butuh Rp40 Miliar Lanjutkan Tahapan Pilkada)
"Selama anak murid belajar di rumah, penjaga kebersihan menemukan kondom, alat sabu dan pintu ruangan kelas rusak. Kasus ini sudah kami laporkan ke Kepling dan Polmas," kata Kasek SMP Negeri 39, Ester Simanjuntak, Jumat (12/6/2020).
Parahnya, kata Ester, selama 4 hari belakangan ini, hampir setiap hari alat isap sabu ditemukan. Pihaknya ingin, pelaku yang merusak saran pendidikan ini segera ditangkap pelakunya, karena akan berdampak kepada peserta didik nanti masuk sekolah.
Gedung SMP Negeri 39 tersebut kosong selama diberlakukannya siswa belajar di rumah terkait wabah Covid-19
Setiap pagi ditemukan sejumlah kondom, alat isap sabu dan kerusakan pintu ruang kelas. Hal tersebut membuat Kepala Sekolah, Ester Simanjuntak bersama guru resah. Mereka berharap, penegak hukum untuk menangkap para pelaku maksiat tersebut. (BACA JUGA: Mau Terapkan Protokol Kesehatan, KPU Medan Butuh Rp40 Miliar Lanjutkan Tahapan Pilkada)
"Selama anak murid belajar di rumah, penjaga kebersihan menemukan kondom, alat sabu dan pintu ruangan kelas rusak. Kasus ini sudah kami laporkan ke Kepling dan Polmas," kata Kasek SMP Negeri 39, Ester Simanjuntak, Jumat (12/6/2020).
Parahnya, kata Ester, selama 4 hari belakangan ini, hampir setiap hari alat isap sabu ditemukan. Pihaknya ingin, pelaku yang merusak saran pendidikan ini segera ditangkap pelakunya, karena akan berdampak kepada peserta didik nanti masuk sekolah.
Lihat Juga :