Senjata Pemusnah Massal yang Menginspirasi Persaingan Misi Antariksa
Sabtu, 13 Juni 2020 - 05:38 WIB
loading...
A
A
A
AS akhirnya memang beruntung. Kendati Peenemunde dikuasai Sovyet, melalui operasi Paperclip AS mendapatkan Wernher von Braun lengkap dengan sebagian besar tim teknisnya dengan imbalan status kewarganegaraan. Von Braun lalu dibawa ke New Mexico, tempat pengembangan senjata Angkatan Laut AS. Di sana Von Braun mengembangkan teknologi V-2 untuk diterapkan pada penjelajahan ruang angkasa.
Pada 1950, Von Braun berhasil mengembangkan rudal balistik jarak menengah untuk AD, yang juga dimodifikasi sebagai roket peluncur satelit pertama AS dalam misi luar angkasa. Roket yang dinamakan Redstone tersebut menjadi dasar pengembangan roket-roket berikutnya.
Bagaimana dengan Sovyet? Tidak mendapatkan Von Braun, Sovyet atas perintah Stalin mengirimkan para insinyur terbaiknya untuk melihat apa yang bisa diselamatkan, terutama untuk pengembangan sistem senjata masa depan. Tim insinyur dipimpin oleh Sergei Korolev, kolega Von Braun dalam pengembangan senjata, saat menjadi tawanan Nazi selama enam tahun.
Setelah setahun di Peenemunde, Sovyet membawa sekitar 170 ahli roket Jerman ke Pulau Gorodomlya, sekitar 150 mil barat daya Moskow. Di sana para ahli roket untuk difungsikan sebagai konsultan penciptaan V-2 versi Sovyet. Dengan bantuan para ahli roket itu, Korolev akhirnya bisa menciptakan V-2 versi Sovyet yang diberi nama R-1. Roket tersebut berhasil diluncurkan pada Oktober 1948 dan menjadi basis pengembangan roket G-1, G-2 dan G-4 dalam misi antariksa Sovyet.
Pada 1950, Von Braun berhasil mengembangkan rudal balistik jarak menengah untuk AD, yang juga dimodifikasi sebagai roket peluncur satelit pertama AS dalam misi luar angkasa. Roket yang dinamakan Redstone tersebut menjadi dasar pengembangan roket-roket berikutnya.
Bagaimana dengan Sovyet? Tidak mendapatkan Von Braun, Sovyet atas perintah Stalin mengirimkan para insinyur terbaiknya untuk melihat apa yang bisa diselamatkan, terutama untuk pengembangan sistem senjata masa depan. Tim insinyur dipimpin oleh Sergei Korolev, kolega Von Braun dalam pengembangan senjata, saat menjadi tawanan Nazi selama enam tahun.
Setelah setahun di Peenemunde, Sovyet membawa sekitar 170 ahli roket Jerman ke Pulau Gorodomlya, sekitar 150 mil barat daya Moskow. Di sana para ahli roket untuk difungsikan sebagai konsultan penciptaan V-2 versi Sovyet. Dengan bantuan para ahli roket itu, Korolev akhirnya bisa menciptakan V-2 versi Sovyet yang diberi nama R-1. Roket tersebut berhasil diluncurkan pada Oktober 1948 dan menjadi basis pengembangan roket G-1, G-2 dan G-4 dalam misi antariksa Sovyet.
(shf)
Lihat Juga :