Miliki Tiket, Dinkes DKI Ajak Warga segera Vaksin Booster
Kamis, 10 Februari 2022 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, rekor penambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta terjadi pada tanggal 6 Februari 2022 dengan jumlah 15.825 orang terkonfirmasi positif. Namun, Widyastuti menilai, vaksinasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan terbukti mampu mengurangi gejala, risiko dirawat di rumah sakit, dan kematian apabila terpapar Covid-19.
Berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta, terlihat perbedaan cukup signifikan antara gelombang kedua tahun lalu dan gelombang ketiga tahun ini pada angka keterisian tempat tidur di RS yang merawat Covid-19 dan penambahan jumlah kematian. Pada puncak gelombang kedua Covid-19, hingga tanggal 12 Juli 2021, keterisian tempat tidur isolasi mencapai 92% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 10.623 pasien yang dirawat, sedangkan tempat tidur ICU mencapai 95% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 1.390 pasien yang dirawat.
Jumlah tersebut jauh berbeda pada gelombang ketiga Covid-19 yang mana hingga tanggal 6 Februari 2022 untuk tempat tidur isolasi mencapai 62% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 3.631 pasien yang dirawat, sedangkan tempat tidur ICU mencapai 34% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 254 pasien yang dirawat.
Begitu pula dengan jumlah penambahan angka kematian yang berbeda cukup signifikan pada puncak gelombang kedua Covid-19 tahun lalu dibandingkan dengan gelombang ketiga tahun ini. Pada 12 Juli 2021, angka kematian bertambah sebanyak 67 orang. Sedangkan, pada 6 Februari 2022, angka kematian bertambah sebanyak 27 orang. Baca juga: Jabodetabek PPKM Level 3, Luhut: Sudah Vaksin Lengkap dan Booster Boleh Beraktivitas
Meskipun jumlah keterisian tempat tidur di RS dan penambahan angka kematian ini jauh lebih rendah dari gelombang kedua varian Delta tahun lalu, masyarakat diimbau agar tidak menyepelekan situasi. Mari cegah penularan Covid-19, tetap terapkan protokol kesehatan, tuntaskan vaksinasi lengkap, dan batasi bepergian. Daftar vaksin dapat melalui aplikasi JAKI maupun langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat.
Berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta, terlihat perbedaan cukup signifikan antara gelombang kedua tahun lalu dan gelombang ketiga tahun ini pada angka keterisian tempat tidur di RS yang merawat Covid-19 dan penambahan jumlah kematian. Pada puncak gelombang kedua Covid-19, hingga tanggal 12 Juli 2021, keterisian tempat tidur isolasi mencapai 92% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 10.623 pasien yang dirawat, sedangkan tempat tidur ICU mencapai 95% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 1.390 pasien yang dirawat.
Jumlah tersebut jauh berbeda pada gelombang ketiga Covid-19 yang mana hingga tanggal 6 Februari 2022 untuk tempat tidur isolasi mencapai 62% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 3.631 pasien yang dirawat, sedangkan tempat tidur ICU mencapai 34% dari kapasitas yang tersedia atau sebanyak 254 pasien yang dirawat.
Begitu pula dengan jumlah penambahan angka kematian yang berbeda cukup signifikan pada puncak gelombang kedua Covid-19 tahun lalu dibandingkan dengan gelombang ketiga tahun ini. Pada 12 Juli 2021, angka kematian bertambah sebanyak 67 orang. Sedangkan, pada 6 Februari 2022, angka kematian bertambah sebanyak 27 orang. Baca juga: Jabodetabek PPKM Level 3, Luhut: Sudah Vaksin Lengkap dan Booster Boleh Beraktivitas
Meskipun jumlah keterisian tempat tidur di RS dan penambahan angka kematian ini jauh lebih rendah dari gelombang kedua varian Delta tahun lalu, masyarakat diimbau agar tidak menyepelekan situasi. Mari cegah penularan Covid-19, tetap terapkan protokol kesehatan, tuntaskan vaksinasi lengkap, dan batasi bepergian. Daftar vaksin dapat melalui aplikasi JAKI maupun langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat.
(mhd)
Lihat Juga :