Anggota DPRD DKI Kenneth Berikan Tali Kasih kepada Keluarga Korban Kejeblos ke Kali Ciliwung
Rabu, 09 Februari 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Atas kejadian in anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu mempertanyakan program normalisasi Kali Ciliwung yang dinilainya mandek.
"Sudah sampai mana perkembangan program normalisasi Kali Ciliwung? Terus terang Saya merasa miris melihat kehidupan warga Jakarta yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Kebon Manggis ini. Kalau tidak segera dinormalisasi akan dikhawatirkan bisa menambah deretan korban jiwa kembali. Program normalisasi Kali Ciliwung harus segera dilakukan dengan serius," tegas Kent dalam keterangannya, Rabu (9/2/2022).
Namun Kent ragu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani melakukan penggusuran terhadap warga bantaran Kali Ciliwung, karena sudah tersandera janji politik saat kampanye Pilkada.
"Andaikan jika memang tidak berani melakukan penertiban, ya sudah tidak apa apa. Jadi tetap harus bisa memberikan solusi, dengan bentuk bantuan pembangunan MCK umum yang layak untuk warga bantaran Kali Ciliwung, bagaimanapun juga mereka manusia yang mempunyai hak untuk hidup lebih baik. Masa zaman sekarang masih ada WC di pinggir kali dan di tutupi dengan triplek seperti ini," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.
Kent meminta kepada Pemprov DKI untuk segera mencari solusi bagi warga bantaran Kali Ciliwung agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Sehingga kebersihan dan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut lebih terjamin, apalagi di tengah mewabahnya virus covid-19 di Jakarta yang angkanya sedang tinggi-tingginya.
Kemudian harus dipikirkan juga keberadaan sanitasi lingkungan, terutama dalam bantuan pembangunan tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) umum, agar warga dapat kehidupan yang bersih dan sehat.
"Kita harus berani memilih. Kalau kita tidak mau menggusur ya harus memberikan mereka kehidupan yang layak, kejadian ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena saya melihat kondisi di lapangan bahwa MCK warga dibantaran kali sangat memprihatinkan dan berbahaya sekali, terutama jika air sudah tinggi, dan dikhawatirkan munculnya binatang-binatang yang berbahaya seperti ular atau buaya," tutur Kent.
"Sudah sampai mana perkembangan program normalisasi Kali Ciliwung? Terus terang Saya merasa miris melihat kehidupan warga Jakarta yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Kebon Manggis ini. Kalau tidak segera dinormalisasi akan dikhawatirkan bisa menambah deretan korban jiwa kembali. Program normalisasi Kali Ciliwung harus segera dilakukan dengan serius," tegas Kent dalam keterangannya, Rabu (9/2/2022).
Namun Kent ragu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berani melakukan penggusuran terhadap warga bantaran Kali Ciliwung, karena sudah tersandera janji politik saat kampanye Pilkada.
"Andaikan jika memang tidak berani melakukan penertiban, ya sudah tidak apa apa. Jadi tetap harus bisa memberikan solusi, dengan bentuk bantuan pembangunan MCK umum yang layak untuk warga bantaran Kali Ciliwung, bagaimanapun juga mereka manusia yang mempunyai hak untuk hidup lebih baik. Masa zaman sekarang masih ada WC di pinggir kali dan di tutupi dengan triplek seperti ini," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.
Kent meminta kepada Pemprov DKI untuk segera mencari solusi bagi warga bantaran Kali Ciliwung agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Sehingga kebersihan dan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut lebih terjamin, apalagi di tengah mewabahnya virus covid-19 di Jakarta yang angkanya sedang tinggi-tingginya.
Kemudian harus dipikirkan juga keberadaan sanitasi lingkungan, terutama dalam bantuan pembangunan tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) umum, agar warga dapat kehidupan yang bersih dan sehat.
"Kita harus berani memilih. Kalau kita tidak mau menggusur ya harus memberikan mereka kehidupan yang layak, kejadian ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena saya melihat kondisi di lapangan bahwa MCK warga dibantaran kali sangat memprihatinkan dan berbahaya sekali, terutama jika air sudah tinggi, dan dikhawatirkan munculnya binatang-binatang yang berbahaya seperti ular atau buaya," tutur Kent.
Lihat Juga :