Indahnya Kolaborasi Tarian Tradisional Jawa Tengah dan Nusantara

Rabu, 09 Februari 2022 - 13:18 WIB
loading...
Indahnya Kolaborasi...
Laras Budaya bertemakan Kolaborasi Tarian Tradisional Jawa Tengah dan Nusantara menyajikan beragam tarian kreasi baru yang digelar di sebuah kafe di Kota Semarang.Foto/ist
A A A
SEMARANG - Tarian Gambang Semarang menjadi salah satu contoh menggambarkan akulturasi budaya . Tarian ini berkembang di Kota Semarang sejak 1930 dalam paguyuban warga pribumi dan peranakan Tionghoa.

Gambang Semarang atau Tarian Semarangan biasanya ditampilkan pada perayaan-perayaan seperti acara Dugderan dan festival seni budaya. Tarian ini menunjukkan di antara perbedaan, seni merupakan salah satu unsur yang dapat mempersatukan.

Baca juga: Tragis! Pasutri Tewas dan Balita Kritis Ditabrak Mobil Dikemudikan Sopir Mabuk

Dalam upaya melestarikan kesenian tradisional dan memberikan ruang berekspresi bagi pelaku seni di Jawa Tengah, DPRD Jateng didukung Trijaya FM Semarang menggelar kegiatan Laras Budaya.

Laras Budaya bertemakan Kolaborasi Tarian Tradisional Jawa Tengah dan Nusantara menyajikan beragam tarian kreasi baru yang digelar di sebuah kafe di Kota Semarang.

Seiring dengan perkembangan, pemikiran masyarakat dalam berkesenian, maka muncul jenis-jenis tarian yang berfungsi untuk hiburan maupun ungkapan keindahan. Kondisi ini yang membuat para seniman menciptakan tari-tari kreasi.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudi Indras Wiendarto mengapresiasi kegiatan seni tari tradisional itu, selain dapat ikut melestarikan budaya seni tari juga mendorong anak muda lebih kreatif dalam menampilkan ide-ide baru di bidang seni tari.

Baca juga: Modal Rayuan Uang Rp5.000 Pria Cilacap Sodomi Anak Tetangga di Bawah Umur

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pentas seni tari ini, setelah melihat penampilan para penari terlihat tegas mampu membawakan tarian Gambang Semarang dan mereka benar-benar menghayati hingga penonton pun antusias melihat atraksi tarian para penari itu,” kata Yudi, Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, pementasan seni tari itu merupakan tanda-tanda bahwa para pelaku industri kreatif, pelaku seni tari dan seniman lain bisa lega, karena kebangkitan kembali mereka sudah siap dimulai.

“Diharapkan mereka bisa lebih mendekat kepada para pemangku kebijakan agar diberi ruang untuk mempertunjukkan kreativitasnya di bidang seni masing-masing,” katanya.

Sementara itu, salah satu tari kreasi yang ikut tampil adalah Tari Geyol Denok disusun pada 2013 oleh Rimasari Pramesti Putri, seorang penata tari dan dosen seni tari Unnes sekaligus pendiri sanggar tari Sekar Kedaton pada Januari 2013.

Kehadiran tari Geyol Denok menambah perbendaharaan tari di kota Semarang, dan semakin memperkaya perbendaharaan budaya nasional. Dalam Laras Budaya Bersama DPRD Jateng ini, tari Geol Denok dibawakan oleh penari-penari dari Sanggar Srikandi Sentyaki Semarang, yang dipimpin oleh Siti Nur Aziza.

Tarian itu merupakan tarian khas Semarang, Tarian ini karya dari Rimasari Pramesti Putri S.Pd, M.Pd salah satu dosen seni tari di Unnes.

“Seni tari itu masih merupakan tarian khas Semarang dan kembangan dari lagu Semarang Hebat, bahkan gerakan tarian ini karya saya sendiri,” ujar Siti Nur Aziza.

Menurutnya, arti dari Dahayu Denok Semarang adalah kecantikan para gadis Semarang Selain tari Geyol Denok, juga tampil tarian Ratoh Jaroe yang merupakan tarian asli Aceh yang sudah dikenal secara luas. Tarian yang merupakan kombinasi dari tarian Likok Pulo, Saman dan lainnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Teken MoU, Budi Luhur...
Teken MoU, Budi Luhur University Perluas Kerja Sama Akademik Internasional
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Kolaborasi dengan PMI,...
Kolaborasi dengan PMI, BRI Insurance Gelar Donor Darah Massal
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Road To Kilau Raya Kota...
Road To Kilau Raya Kota Semarang : Siap Hadirkan Pesta Rakyat Spektakuler di Lapangan Pancasila Simpang Lima
Rekomendasi
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved