Bedah Buku Panglima Damai Poso: Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah
Rabu, 09 Februari 2022 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
"Buku ini berisi banyak pesan perdamaian. Berdasarkan pengalaman, kekerasan tidak pernah bisa menyelesaikan masalah. Lewat buku ini, kami harapkan agar konflik Poso tidak diduplikasi di daerah lain dan stigma Poso sebagai daerah konflik harus dihentikan," ungkap Khoirul.
Ia menjelaskan pihaknya sengaja mengangkat kisah Ustaz Adnan lantaran merupakan tokoh sentral sekaligus kontroversial saat konflik Poso . Ustaz Adnan merupakan sesepuh warga Poso, penyintas konflik, dan tokoh perdamaian yang senantiasa mengedepankan dialog antarumat beragama sebagai bagian dari upaya damai.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Tembak Mati DPO Teroris Poso Ahmad Panjang alias Basir
Pada kesempatan itu, Khoirul juga menjelaskan lika-liku perjuangan membuat buku Panglima Damai Poso. Ia menghabiskan waktu sekitar satu tahun lebih, dimulai dari November 2019 hingga akhirnya terbit April 2021. Dalam pembuatan buku, berbagai tantangan pun dihadapi hingga akhirnya buku tersebut terbit dan menjadi best seller.
Sementara itu, Ustaz Adnan, sebelumnya menyampaikan buku itu berkisah perjalanan upaya perdamaian atas konflik Poso . Diakuinya, masa-masa kelam tersebut sangat membekas dan meninggalkan luka. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri mayat tergeletak di mana-mana.
Ustaz Adnan bercerita kala itu dirinya sebagai sosok orang tua dan tokoh masyarakat muslim lantas dibaiat menjadi Imam Mujahidin atau Panglima Muslim. Tatkala mulai banyak orang yang meninggalkan Poso , ia bertekad memastikan memberi perlindungan kepada umat muslim dan membuatnya bertahan di Poso.
Ia menjelaskan pihaknya sengaja mengangkat kisah Ustaz Adnan lantaran merupakan tokoh sentral sekaligus kontroversial saat konflik Poso . Ustaz Adnan merupakan sesepuh warga Poso, penyintas konflik, dan tokoh perdamaian yang senantiasa mengedepankan dialog antarumat beragama sebagai bagian dari upaya damai.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Tembak Mati DPO Teroris Poso Ahmad Panjang alias Basir
Pada kesempatan itu, Khoirul juga menjelaskan lika-liku perjuangan membuat buku Panglima Damai Poso. Ia menghabiskan waktu sekitar satu tahun lebih, dimulai dari November 2019 hingga akhirnya terbit April 2021. Dalam pembuatan buku, berbagai tantangan pun dihadapi hingga akhirnya buku tersebut terbit dan menjadi best seller.
Sementara itu, Ustaz Adnan, sebelumnya menyampaikan buku itu berkisah perjalanan upaya perdamaian atas konflik Poso . Diakuinya, masa-masa kelam tersebut sangat membekas dan meninggalkan luka. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri mayat tergeletak di mana-mana.
Ustaz Adnan bercerita kala itu dirinya sebagai sosok orang tua dan tokoh masyarakat muslim lantas dibaiat menjadi Imam Mujahidin atau Panglima Muslim. Tatkala mulai banyak orang yang meninggalkan Poso , ia bertekad memastikan memberi perlindungan kepada umat muslim dan membuatnya bertahan di Poso.
Lihat Juga :