IPB University Bantu Pemkab Luwu Utara Kembangkan Komoditas Kakao
Rabu, 09 Februari 2022 - 11:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam sambutannya menyampaikan, Luwu Utara yang memiliki tanah yang subur dan berbagai potensi. Oleh karena itu, ia mengapresiasi Tim IPB University yang menjadikan wilayahnya lokus kegiatan penelitian kakao dari berbagai aspek lingkungan, kondisi tanah, sosial, dan ekonomi. Walaupun tidak menutup ruang komoditas lain seperti kopi, ataupun lainnya dengan memanfaatkan area Hutan Kemasyarakatan (HKm) dalam perhutanan sosial yang dimiliki Luwu Utara.
"Kami berharap kegiatan ini apa yang menjadi pelengkap souvenir yang sudah begitu banyak, kalau kita bicara kakao sudah banyak aktivitas sudah kami lakukan. namun memang tak cukup-cukup karena perkembangan teknologi, informasi kemudian ilmu pengetahuan dan belum lagi kondisi alam yang terus mengalami perubahan," ujarnya.
Oleh karena itu kata dia, kehadiran perguruan tinggi sangat penting dalam melengkapi semua upaya yang dilakukan pemerintah daerah. Terutama untuk memastikan bahwa sektor perkebunan yang menyumbang search Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kepada Kabupaten Luwu Utara sekitar 22%, sektor pertanian dalam arti luas penyumbang search Produk Domestik Regional Bruto tertinggi dari sektor lain yaitu 47,02%.
Baca juga: Indah Minta Dirut PDAM Luwu Utara Perhatikan Kualitas dan Kelancaran Air
"Saya kira ini angka yang cukup besar dan kita berharap tidak hanya sekedar besar di angka-angka. Namun tak kalah penting bagaimana kemudian berdampak pada kesejahteraan petani dan tentu juga berdampak pada terjaganya lingkungan berkelanjutan yang kita butuh pasca banjir bandang (recovery) terkait sektor perkebunan kakao yang terdampak," imbuhnya.
Kata Indah, Pemerintah Luwu Utara berkomitmen untuk melakukan pendekatan kondisi alam, kultur yang ada disekitarnya sehingga tidak menjadi merasa asing terhadap apa yang mereka lakukan. "Pemda Luwu Utara berkomitmen pada komoditi unggulan agar dapat terjaga seperti Kakao lestari, sagu abadi, pangan berkelanjutan," tutupnya.
"Kami berharap kegiatan ini apa yang menjadi pelengkap souvenir yang sudah begitu banyak, kalau kita bicara kakao sudah banyak aktivitas sudah kami lakukan. namun memang tak cukup-cukup karena perkembangan teknologi, informasi kemudian ilmu pengetahuan dan belum lagi kondisi alam yang terus mengalami perubahan," ujarnya.
Oleh karena itu kata dia, kehadiran perguruan tinggi sangat penting dalam melengkapi semua upaya yang dilakukan pemerintah daerah. Terutama untuk memastikan bahwa sektor perkebunan yang menyumbang search Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kepada Kabupaten Luwu Utara sekitar 22%, sektor pertanian dalam arti luas penyumbang search Produk Domestik Regional Bruto tertinggi dari sektor lain yaitu 47,02%.
Baca juga: Indah Minta Dirut PDAM Luwu Utara Perhatikan Kualitas dan Kelancaran Air
"Saya kira ini angka yang cukup besar dan kita berharap tidak hanya sekedar besar di angka-angka. Namun tak kalah penting bagaimana kemudian berdampak pada kesejahteraan petani dan tentu juga berdampak pada terjaganya lingkungan berkelanjutan yang kita butuh pasca banjir bandang (recovery) terkait sektor perkebunan kakao yang terdampak," imbuhnya.
Kata Indah, Pemerintah Luwu Utara berkomitmen untuk melakukan pendekatan kondisi alam, kultur yang ada disekitarnya sehingga tidak menjadi merasa asing terhadap apa yang mereka lakukan. "Pemda Luwu Utara berkomitmen pada komoditi unggulan agar dapat terjaga seperti Kakao lestari, sagu abadi, pangan berkelanjutan," tutupnya.
(luq)
Lihat Juga :