Anies: Kasus Harian Covid-19 di DKI Lebihi Rekor dari Puncak Gelombang Kedua

Rabu, 09 Februari 2022 - 04:37 WIB
loading...
Anies: Kasus Harian...
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyampaikan situasi terkini tentang penanganan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyampaikan situasi terkini tentang penanganan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Dalam laporannya, dia menyebut kasus harian pada bulan Februari ini ternyata sudah melebihi rekor penambahan kasus harian pada saat puncak gelombang kedua lalu.

Baca juga: Satgas Optimistis Kasus Covid-19 Turun Sebelum Lebaran

Anies menyampaikan bahwa per tanggal 7 Februari 2022 kemarin, kasus aktif di Jakarta sudah mencapai angka 74 ribu. Bahkan, dua hari sebelumnya, yaitu tanggal 6 Februari penambahan kasus harian mencapai angka 15.825 kasus baru dalam sehari.



"Jumlah kasus baru ini melebihi rekor penambahan kasus harian yang pernah terjadi sebelumnya pada 12 Juli 2021," kata Anies dalam keterangannya di akun instagram pribadinya, Selasa (8/2/2022) malam.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menyampaikan, pada saat puncak gelombang kedua kemarin, kasus hariannya itu mencapai 14.500.

"Sehingga kita jumlah kasus hariannya sudah lebih tinggi dibandingkan pada saat kita mengalami puncak gelombang kedua," ujarnya.

Sementara kata dia, untuk angka kematian, trennya tidak mengikuti tren gelombang kedua. Bila pada saat puncak gelombang kedua yang lalu, angka kematian positif covid mencapai 200an sehari, saat ini angka kematian covid dalam kisaran 30 per hari.

"Walaupun angka kematian ini jauh lebih rendah dibandingkan saat gelombang delta, tapi kita semua sadar satu kematian saja akibat Covid-19 tetap terlalu banyak dan harus dicegah sekuat tenaga," tuturnya.

Anies menuturkan, angka kematian yang lebih rendah kali ini disatu sisi bisa membuat lebih tenang dan tidak perlu panik karena akan mengalami keadaan seperti di gelombang delta kemarin. Tapi di sisi lain, ia meminta agar jangan sampai membuat terlena, apalagi menyepelekan keadaan.

"Walaupun fatality rate lebih rendah, tapi bila jumlah kasusnya berlipat lebih banyak, maka jumlah kematian absolut tetap bisa tinggi seperti gelombang kedua. Ini yang harus kita cegah sama-sama," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Rekomendasi
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Berita Terkini
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved