Dibantu Rapid Test, Tenaga Medis Surabaya Terima Kasih ke BIN
Jum'at, 12 Juni 2020 - 21:24 WIB
loading...
BIN memasuki hari ke-15 menggelar rapid test masal dan swab test di Surabaya. Rapid test ini mendapat apresiasi dari tenaga medis di Kota Pahlawan tersebut. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Badan Intelijen Negara (BIN) memasuki hari ke-15 menggelar rapid test Covid-19 massal dan swab test di Surabaya. Rapid test yang merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan ini mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) kepala Puskesmas Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Dwiastuti Setyorini.
Ia mengungkapkan rapid test ini sangat membantu tenaga medis di ibu kota Jawa Timur. Menurut Dwi, dengan adanya mobile PCR yang disediakan BIN dapat membantu puskemas melakukan swab test. (Baca juga: Terapkan Sistem Kerja Shift, Pemerintah Minta Masukan Korlantas dan BUMN)
Selama ini puskesmas terkendala alat uji laboratorium. "Saya mengucapkan terima kasih kepada BIN yang sudah memfasilitasi kegiatan ini karena dengan kegiatan ini,” kata Dwi kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/6/2020).
Dwi menjelaskan upaya rapid test ini selain percepatan mendeteksi dini Covid-19 juga dapat membantu puskemas untuk melakukan test kembali terhadap pasien positif Covid-19. Dengan begitu, tingkat kesembuhan diyakini bisa bertambah dengan alat yang memadai seperti mobile lab PCR yang disediakan oleh BIN.
"Bahwa selain percepatan juga kita mencari angka kesembuhan sehingga harapannya pasien yang sudah terkonfirmasi bisa mendapatkan swab ulang untuk mendapatkan dua kali hasil negatif,” ujarnya. (Baca juga: Covid-19 Picu Ketidakpastian, Bos BKPM Revisi Target Investasi)
Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun mengakui rapid test BIN ini sangat membantu warganya. Menurutnya, lewat test cepat ini warga bisa cepat mengetahui kondisi kesehatannya. Perlu diketahui, wilayah Tambaksari merupakan salah satu kawasan zona merah Covid-19 di Surabaya.
Diketahui pada Kamis (11/6/2020), BIN menggelar rapid test di Halaman Gelanggang Remaja dan Gedung Juang 45. Di halaman gelanggang remaja, sebanyak 860 orang menjadi peserta rapid test. Dari total tersebut, 139 orang hasilnya menunjukan reaktif. "Yang mengikuti swab berjumlah 170 orang dengan rincian 139 orang dari rapid test dan 31 orang merupakan rujukan puskesmas," kata Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari.
Ia mengungkapkan rapid test ini sangat membantu tenaga medis di ibu kota Jawa Timur. Menurut Dwi, dengan adanya mobile PCR yang disediakan BIN dapat membantu puskemas melakukan swab test. (Baca juga: Terapkan Sistem Kerja Shift, Pemerintah Minta Masukan Korlantas dan BUMN)
Selama ini puskesmas terkendala alat uji laboratorium. "Saya mengucapkan terima kasih kepada BIN yang sudah memfasilitasi kegiatan ini karena dengan kegiatan ini,” kata Dwi kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/6/2020).
Dwi menjelaskan upaya rapid test ini selain percepatan mendeteksi dini Covid-19 juga dapat membantu puskemas untuk melakukan test kembali terhadap pasien positif Covid-19. Dengan begitu, tingkat kesembuhan diyakini bisa bertambah dengan alat yang memadai seperti mobile lab PCR yang disediakan oleh BIN.
"Bahwa selain percepatan juga kita mencari angka kesembuhan sehingga harapannya pasien yang sudah terkonfirmasi bisa mendapatkan swab ulang untuk mendapatkan dua kali hasil negatif,” ujarnya. (Baca juga: Covid-19 Picu Ketidakpastian, Bos BKPM Revisi Target Investasi)
Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun mengakui rapid test BIN ini sangat membantu warganya. Menurutnya, lewat test cepat ini warga bisa cepat mengetahui kondisi kesehatannya. Perlu diketahui, wilayah Tambaksari merupakan salah satu kawasan zona merah Covid-19 di Surabaya.
Diketahui pada Kamis (11/6/2020), BIN menggelar rapid test di Halaman Gelanggang Remaja dan Gedung Juang 45. Di halaman gelanggang remaja, sebanyak 860 orang menjadi peserta rapid test. Dari total tersebut, 139 orang hasilnya menunjukan reaktif. "Yang mengikuti swab berjumlah 170 orang dengan rincian 139 orang dari rapid test dan 31 orang merupakan rujukan puskesmas," kata Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari.
Lihat Juga :