Peringkat Kedua di Sulsel, Realisasi KUR Bone Rp66,88 Miliar
Kamis, 03 Februari 2022 - 12:45 WIB
loading...
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman. Foto: Istimewa
A
A
A
BONE - Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bone tercatat senilai Rp66,88 miliar di Januari 2022. Capaian ini menjadikan Bone sebagai tertinggi kedua di 24 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Capaian tersebut berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) bulan Januari 2022. Realisasi KUR di Kabupaten Bone 8,73 persen dari total realisasi KUR di Provinsi Sulsel pada bulan Januari 2022 sebesar Rp765,63 miliar.
"Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp44,32 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 50,90 persen," kata Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman kepada SINDONews, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:OJK Terima 1.729 Laporan Warga, Mayoritas Soal Pinjol dan Kredit
Dia melanjutkan, jumlah debitur KUR Kabupaten juga dinilai terbesar ketiga. Capaiannya sebanyak 1.609 debitur atau 7,51 persen dari total debitur di Provinsi Sulsel sebanyak 21.421 debitur pada bulan Januari 2022.
"Jika dilihat dari jenis skema kredit, kredit mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp52,96 miliar atau 79,19 persen dari total realisasi sebesarRp66,88 miliar," urai dia.
Selanjutnya, disusul kredit kecil sebesar Rp13,05 miliar atau 19.51%. Sedangkan kredit super mikro sebesar Rp870 juta atau 1,30%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi bulan Januari 2022 yaitu sebesar Rp56,89 miliar atau 85,07% dari total sebesar R Rp66,88 miliar.
Kemudian disusul Bank Mandiri sebesar Rp6,94 miliar atau 10,38%. Lalu Bank BNI sebesar Rp2,52 miliar atau 3,78%. Sementara BRI Syariah sebesar Rp321,00 juta atau 0,48%, dan BPD Sulselbar sebesar Rp200,00 juta atau 0,30 %.
Baca Juga:Bupati Bone Siapkan Hadiah 2 Sepeda Motor demi Vaksinasi 100%
Rintok mengaku, sektor ekonomi di Kabupaten Bone yang menjadi penyumbang terbesar. Utamanya pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan.
"Ini menyerap KUR yaitu sebesar Rp44,43 miliaratau 66,44%, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp14,30 miliar atau 21,38% dan ketiga sektor industri pengolahan sebesar Rp3,00 miliar atau 4,48%. Sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangkan," pungkas Rintok.
Dia berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah. Pasalnya ada subsidi bunga dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan.
Capaian tersebut berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) bulan Januari 2022. Realisasi KUR di Kabupaten Bone 8,73 persen dari total realisasi KUR di Provinsi Sulsel pada bulan Januari 2022 sebesar Rp765,63 miliar.
"Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp44,32 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 50,90 persen," kata Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman kepada SINDONews, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:OJK Terima 1.729 Laporan Warga, Mayoritas Soal Pinjol dan Kredit
Dia melanjutkan, jumlah debitur KUR Kabupaten juga dinilai terbesar ketiga. Capaiannya sebanyak 1.609 debitur atau 7,51 persen dari total debitur di Provinsi Sulsel sebanyak 21.421 debitur pada bulan Januari 2022.
"Jika dilihat dari jenis skema kredit, kredit mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Bone, yaitu sebesar Rp52,96 miliar atau 79,19 persen dari total realisasi sebesarRp66,88 miliar," urai dia.
Selanjutnya, disusul kredit kecil sebesar Rp13,05 miliar atau 19.51%. Sedangkan kredit super mikro sebesar Rp870 juta atau 1,30%.
Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Bone, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasi bulan Januari 2022 yaitu sebesar Rp56,89 miliar atau 85,07% dari total sebesar R Rp66,88 miliar.
Kemudian disusul Bank Mandiri sebesar Rp6,94 miliar atau 10,38%. Lalu Bank BNI sebesar Rp2,52 miliar atau 3,78%. Sementara BRI Syariah sebesar Rp321,00 juta atau 0,48%, dan BPD Sulselbar sebesar Rp200,00 juta atau 0,30 %.
Baca Juga:Bupati Bone Siapkan Hadiah 2 Sepeda Motor demi Vaksinasi 100%
Rintok mengaku, sektor ekonomi di Kabupaten Bone yang menjadi penyumbang terbesar. Utamanya pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan.
"Ini menyerap KUR yaitu sebesar Rp44,43 miliaratau 66,44%, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp14,30 miliar atau 21,38% dan ketiga sektor industri pengolahan sebesar Rp3,00 miliar atau 4,48%. Sisanya terdistribusi di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu terus dikembangkan," pungkas Rintok.
Dia berharap di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan KUR sebagai salah satu sumber pembiayaan yang murah. Pasalnya ada subsidi bunga dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan.
(agn)
Lihat Juga :