Gus Baha Puji Gaya Ganjar Pranowo Artikan Bismillah Ala Kitab Kuning

Rabu, 02 Februari 2022 - 21:39 WIB
loading...
Gus Baha Puji Gaya Ganjar Pranowo Artikan Bismillah Ala Kitab Kuning
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sowan ke ulama terkenal asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha pada Rabu (2/2/2022). Foto/Ist
A A A
REMBANG - Suasana ger-geran berlangsung saat Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo sowan ke ulama terkenal asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha, Rabu (2/2/2022). Berkali-kali, Ganjar terlihat tertawa sampai terpingkal-pingkal mendengar cerita Gus Baha yang memang terkenal lucu itu.

Ditemani kopi dan jagung rebus, Ganjar ngobrol gayeng dengan Gus Baha dan sejumlah kyai lain termasuk KH Nawawi di kediaman Gus Baha, Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang.

Baca juga: Gus Baha: Tak Perlu Jadi Pejabat, Tekuni Profesi Ini Dijamin Kaya Raya

Pertemuan itu terjadi cukup lama, hampir satu jam lebih Ganjar ngobrol dengan Gus Baha di tempat itu.

"Wah aku ketekan mantu kiai iki (saya kedatangan mantu kiai ini). Mbah Wi (Kiai Nawawi) pak Ganjar iki putune Mbah Hisyam lho," kata Gus Baha.

Bahkan Gus Baha mengatakan sudah melihat video Ruang Ganjar di channel YouTube saat peringatan hari santri.

Gus Baha memuji Ganjar yang mampu mengartikan lafaz bismillahirrahmanirrahim dengan cara membaca kitab kuning ala anak pondokan.

"Saya itu lihat videonya pak, enak lho. Arrohmani, arrohimi. Enak tenan pak, sampeyan durung delok ya pak Wi (bapak belum lihat ya KH Nawawi). Fasih tenan lho, lha iki putune kiai (fasih benar lho, lha ini cucunya kyai)," ucap Gus Baha.

Baca juga: Gus Baha: Jangan Terlalu Sering Sholat Tahajud, Begini Alasannya

Ganjar hanya tertawa mendengar cerita Gus Baha itu. Bahkan, Ganjar merasa pujian dari Gus Baha itu terlalu berlebihan.

"Mboten Gus, kulo malah isin niki (enggak Gus, saya justru jadi malu ini)," ucap Ganjar.

Ganjar dan Gus Baha cukup banyak membicarakan terkait kehebatan Kiai Hisyam, yang tak lain adalah kakek dari istrinya, Siti Atikoh Supriyanti.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1043 seconds (10.177#12.26)