Guru Besar Unair: Peran BPR Penting Tingkatkan Kapasitas UMKM Pasca Pandemi Covid-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Joko Suyanto menyebutkan, keberpihakan kepada UMKM dalam masa pandemi Covid 19 harus menjadi prioritas bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan Otoritas Keuangan saat ini cukup membantu dalam meredam tekanan Dampak Covid 19.
“Bank membuat strategi pasca relaksasi Covid 19 sehingga kinerja dan likuiditas tetap terjaga. Dalam upaya menjaga kesehatan likuiditas bank, pemerintah bersama seluruh stakeholders harus menjaga kepercayaan publik agar tidak panik,” tandasnya.
Ketua IBS Dr. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, S.H., LL.M, mengatakan, salah satu cara untuk membangkitkan kembali geliat UMKM, adalah memberikan aliran dana kepada pengusaha UMKM agar mereka bisa bertahan. Karena itulah dibutuhkan dukungan modal dari industri jasa keuangan untuk menyuntikan modal sehingga bisa bangkit kembali dan memutar penghasilannya sebagai modal bagi produk lain yang sudah habis. (BACA JUGA: Hari Ke-14 Rapid Test BIN di Surabaya, 179 Hasilnya Reaktif)
Pemerintah memang sudah berusaha keras mengatasi dan merencanakan berbagai kebijakan untuk mendukung UMKM, seperti restrukturisasi kredit, peningkatan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR), relaksasi pajak, hingga pelayanan terkait ekspor-impor. "Nah yang dibutuhkan saat ini adalah tentunya dukungan modal dari industri jasa keuangan agar UMKM ini dapat bertahan dan melewati masa pandemi ini," kata Kusumaningtuti.
Semetara BPR dinilai sangat potensial untuk mengalirkan dana. Tercatat pelayanan kredit BPR kepada masyarakat termasuk UMKM sekitar Rp92,5 triliun atau tumbuh 8,3% per tahun. Dari sisi operasional, BOPO BPR yang cukup baik, yaitu sekitar 80% dengan NPL 3,58% dan tingkat profitabilitas atau ROA pada kisaran 2,48%.
“Bank membuat strategi pasca relaksasi Covid 19 sehingga kinerja dan likuiditas tetap terjaga. Dalam upaya menjaga kesehatan likuiditas bank, pemerintah bersama seluruh stakeholders harus menjaga kepercayaan publik agar tidak panik,” tandasnya.
Ketua IBS Dr. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, S.H., LL.M, mengatakan, salah satu cara untuk membangkitkan kembali geliat UMKM, adalah memberikan aliran dana kepada pengusaha UMKM agar mereka bisa bertahan. Karena itulah dibutuhkan dukungan modal dari industri jasa keuangan untuk menyuntikan modal sehingga bisa bangkit kembali dan memutar penghasilannya sebagai modal bagi produk lain yang sudah habis. (BACA JUGA: Hari Ke-14 Rapid Test BIN di Surabaya, 179 Hasilnya Reaktif)
Pemerintah memang sudah berusaha keras mengatasi dan merencanakan berbagai kebijakan untuk mendukung UMKM, seperti restrukturisasi kredit, peningkatan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR), relaksasi pajak, hingga pelayanan terkait ekspor-impor. "Nah yang dibutuhkan saat ini adalah tentunya dukungan modal dari industri jasa keuangan agar UMKM ini dapat bertahan dan melewati masa pandemi ini," kata Kusumaningtuti.
Semetara BPR dinilai sangat potensial untuk mengalirkan dana. Tercatat pelayanan kredit BPR kepada masyarakat termasuk UMKM sekitar Rp92,5 triliun atau tumbuh 8,3% per tahun. Dari sisi operasional, BOPO BPR yang cukup baik, yaitu sekitar 80% dengan NPL 3,58% dan tingkat profitabilitas atau ROA pada kisaran 2,48%.
(vit)
Lihat Juga :