Guru Besar Unair: Peran BPR Penting Tingkatkan Kapasitas UMKM Pasca Pandemi Covid-19
Jum'at, 12 Juni 2020 - 13:41 WIB
loading...
Di masa Pandemi Covid -19 kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sektor paling rentan terkena dampaknya. (Foto/Ist)
A
A
A
SURABAYA - Guru Besar Universitas Airlangga, Surabaya Prof. Dr. Bagong Suyanto, MPA mengatakan, dimasa Pandemi Covid -19 kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sektor paling rentan terkena dampaknya.
Nah salah satu cara untuk membangkitkan kembali geliat UMKM adalah memberikan aliran dana. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dinilai sangat potensial untuk mengalirkan dana yang dibutuhkan UMKM tersebut.
Dia mengatakan, saat seperti ini perlu dikembangkan formula yang lebih mendorong UMKM mengembangkan diversifikasi usaha dan produk daripada mengembangkan skala usaha UMKM yang beresiko menghadapkan pelaku UMKM pada pelaku usaha yang lebih besar atau. (BACA JUGA: Penjelasan Garuda Indonesia Mengenai Penerbangan GA 532 Rute Jakarta - Banjarmasin)
Hal ini dikatakannya saat menjadi nara sumber webinar umum bertajuk Peran Industri Jasa Keuangan Terutama BPR Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas UMKM Pasca Pandemi Covid-19, Kamis (11 Juni 2020), melalui aplikasi zoom yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banking School (IBS), Kamis (11/6/2020).
Dalam webinar itu juga diikuti sebagai pembicara Joko Suyanto, SE, MM; (Ketua Dewan Sertifikasi dan Ketua Umum DPP Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Drs. Kaman Siboro, MBA; (Komisaris Utama BPR Universal). Bertindak sebagai moderator Dr. Untoro A. Kayatnan, MSc; (Dosen STIE Indonesia Banking School).
Bagong melanjutkan, UMKM memang memiliki kelebihan daya lentur yang fleksibel dan kenyal. Pengalaman di masa krismon 1998 jelas bisa menjadi acuan. “Tapi, untuk memastikan nasib UMKM ke depan yang dibutuhkan adalah perlindungan yang dikombinasikan dengan pemberdayaan, peningkatan posisi tawar UMKM dalam pembagian margin keuntungan,” paparnya.
Menurut dia, untuk jangka pendek memang yang bisa kita lakukan hanyalah membantu agar UMKM mampu bertahan/tidak kolaps. Tapi jangka menengah perlu didorong agar UMKM mampu bertahan hidup melalui upaya memberdayakan dan mendorong diversifikasi usaha atau produk UMKM. Karena dana bukan satu-satunya yang utama sebagai keberlangsungan UMKM.
Nah salah satu cara untuk membangkitkan kembali geliat UMKM adalah memberikan aliran dana. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dinilai sangat potensial untuk mengalirkan dana yang dibutuhkan UMKM tersebut.
Dia mengatakan, saat seperti ini perlu dikembangkan formula yang lebih mendorong UMKM mengembangkan diversifikasi usaha dan produk daripada mengembangkan skala usaha UMKM yang beresiko menghadapkan pelaku UMKM pada pelaku usaha yang lebih besar atau. (BACA JUGA: Penjelasan Garuda Indonesia Mengenai Penerbangan GA 532 Rute Jakarta - Banjarmasin)
Hal ini dikatakannya saat menjadi nara sumber webinar umum bertajuk Peran Industri Jasa Keuangan Terutama BPR Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas UMKM Pasca Pandemi Covid-19, Kamis (11 Juni 2020), melalui aplikasi zoom yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Banking School (IBS), Kamis (11/6/2020).
Dalam webinar itu juga diikuti sebagai pembicara Joko Suyanto, SE, MM; (Ketua Dewan Sertifikasi dan Ketua Umum DPP Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Drs. Kaman Siboro, MBA; (Komisaris Utama BPR Universal). Bertindak sebagai moderator Dr. Untoro A. Kayatnan, MSc; (Dosen STIE Indonesia Banking School).
Bagong melanjutkan, UMKM memang memiliki kelebihan daya lentur yang fleksibel dan kenyal. Pengalaman di masa krismon 1998 jelas bisa menjadi acuan. “Tapi, untuk memastikan nasib UMKM ke depan yang dibutuhkan adalah perlindungan yang dikombinasikan dengan pemberdayaan, peningkatan posisi tawar UMKM dalam pembagian margin keuntungan,” paparnya.
Menurut dia, untuk jangka pendek memang yang bisa kita lakukan hanyalah membantu agar UMKM mampu bertahan/tidak kolaps. Tapi jangka menengah perlu didorong agar UMKM mampu bertahan hidup melalui upaya memberdayakan dan mendorong diversifikasi usaha atau produk UMKM. Karena dana bukan satu-satunya yang utama sebagai keberlangsungan UMKM.
Lihat Juga :