Warga Sinjai Bonceng Jenazah Anak, Kepala Dinkes Angkat Bicara
Selasa, 01 Februari 2022 - 19:45 WIB
loading...
RSUD Datu Pancaitana Kabupaten Bone tempat bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani sempat mendapat perawatan. Foto: SINDOnews/Justang Muhammad
A
A
A
SINJAI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai angkat bicara terkait adanya seorang warganya yang terpaksa membonceng jenazah anaknya menggunakan sepeda motor. Kejadian yang belakangan viral di media sosial (medsos).
Kejadian itu dialami Asdar, warga Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Suami dari Juliatun Mariani itu, membawa jenazah anaknya lantaran tidak punya uang untuk membayar biaya ambulans.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, dr Emmy K Malik turut prihatian atas kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini seharusnya tidak terjadi. Pelayanan kesehatan harus diberikan kepada warga. Baca Juga:Duit Tak Cukup Bayar Ambulans, Warga Sinjai Bawa Pulang Jenazah Bayinya Pakai Motor "Pertama,mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Dinkes turut berbela sungkawa kepada saudara kita (Asdar dan Juliatun Mariani) yang kehilangan buah hatinya," ujar dia melalui pesan whatsapp-nya, Selasa (1/2/2022).
"Jika saja saudara Asdar berkomunikasi dengan Pemkab, tidak bakalan ada kejadian seperti ini. Namun mungkin saudara Asdar kalut, sehingga jalan pintas ditempuhnya, dengan cara mengangkut jenazah anaknya menggunakan motor," tambah Emmy.
Diketahui, Asdar nekat membawa pulang jenazah anaknya dengan menggunakan sepeda motor. Setelah dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit Umum Datu Pancaitana Kabupaten Bone.
"Biaya ambulans yang diminta untuk mengantar Jenazah bayi saya sebesar Rp700 ribu, namun uang yang saya miliki hanya Rp600 ribu, karena tidak ada kebijakan terpaksa jasadnya saya bawa pulang dengan membonceng pakai motor,"ungkap Asdar saat dihubungi wartawan.Asdar mengaku telah meminta kebijakan kepada pihak manajemen RS Pancaitana agar biaya pengantaran jenazah bayinya dikurangi Rp100 ribu. Namun permintaannya itu dikatakan tidak mendapat respons.
Baca Juga:Perayaan Imlek di Bone Dipusatkan di Vihara Dharma Palakka
Asdar yang berprofesi sebagai pekerja buruh lepas terpaksa mengangkut jenazah anaknya bersama saudaranya, dari Kabupaten Bone sekitar pukul 21.00 Wita, Minggu (30/1/2022). Dengan kondisi jenazah dibungkus sarung dan tiba dikediamannya pada pukul 22.30 Wita.
Sebelumnya, bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani sempat dirawat ke Rumah Sakit Datu Pancaitana usai lahir secara prematur. Itu usai mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Sinjai setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai.
Kejadian itu dialami Asdar, warga Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Suami dari Juliatun Mariani itu, membawa jenazah anaknya lantaran tidak punya uang untuk membayar biaya ambulans.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, dr Emmy K Malik turut prihatian atas kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini seharusnya tidak terjadi. Pelayanan kesehatan harus diberikan kepada warga. Baca Juga:Duit Tak Cukup Bayar Ambulans, Warga Sinjai Bawa Pulang Jenazah Bayinya Pakai Motor "Pertama,mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Dinkes turut berbela sungkawa kepada saudara kita (Asdar dan Juliatun Mariani) yang kehilangan buah hatinya," ujar dia melalui pesan whatsapp-nya, Selasa (1/2/2022).
"Jika saja saudara Asdar berkomunikasi dengan Pemkab, tidak bakalan ada kejadian seperti ini. Namun mungkin saudara Asdar kalut, sehingga jalan pintas ditempuhnya, dengan cara mengangkut jenazah anaknya menggunakan motor," tambah Emmy.
Diketahui, Asdar nekat membawa pulang jenazah anaknya dengan menggunakan sepeda motor. Setelah dinyatakan meninggal oleh pihak Rumah Sakit Umum Datu Pancaitana Kabupaten Bone.
"Biaya ambulans yang diminta untuk mengantar Jenazah bayi saya sebesar Rp700 ribu, namun uang yang saya miliki hanya Rp600 ribu, karena tidak ada kebijakan terpaksa jasadnya saya bawa pulang dengan membonceng pakai motor,"ungkap Asdar saat dihubungi wartawan.Asdar mengaku telah meminta kebijakan kepada pihak manajemen RS Pancaitana agar biaya pengantaran jenazah bayinya dikurangi Rp100 ribu. Namun permintaannya itu dikatakan tidak mendapat respons.
Baca Juga:Perayaan Imlek di Bone Dipusatkan di Vihara Dharma Palakka
Asdar yang berprofesi sebagai pekerja buruh lepas terpaksa mengangkut jenazah anaknya bersama saudaranya, dari Kabupaten Bone sekitar pukul 21.00 Wita, Minggu (30/1/2022). Dengan kondisi jenazah dibungkus sarung dan tiba dikediamannya pada pukul 22.30 Wita.
Sebelumnya, bayi pasangan Asdar dan Juliatun Mariani sempat dirawat ke Rumah Sakit Datu Pancaitana usai lahir secara prematur. Itu usai mendapat rujukan dari RSUD Kabupaten Sinjai setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai.
(agn)
Lihat Juga :