Warga Pakuhaji Keluhkan Polusi Debu Pabrik Plafon
Senin, 31 Januari 2022 - 15:35 WIB
loading...
Warga Kampung Kamal RT 04 RW 05 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan polusi debu yang mencemari rumah-rumah mereka.Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Warga Kampung Kamal RT 04 RW 05 Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang , mengeluhkan polusi debu yang mencemari rumah-rumah mereka. Bahkan, debu yang beraroma bahan kimia tersebut mengancam kesehatan warga.
Warga menduga debu berwarna putih yang mencemari udara hingga masuk ke dalam rumah mereka itu berasal dari aktivitas salah satu perusahaan produsen plafon di desa tersebut.
Anton, salah satu warga yang rumahnya sangat dekat dengan pabrik mengatakan, polusi debu dari aktivitas produksi plafon sudah berlangsung cukup lama. Dia dan keluarganya termasuk yang terdampak dari polusi debu tersebut.
“Mereka beroperasi siang malam. Malamnya kami kebisingan, siangnya kami harus menghirup debu-debu yang beterbangan dari pabrik itu. Kami sudah sangat terganggu. Debunya sampai masuk ke dalam rumah bahkan ke kamar," kata Anton kepada sejumlah awak media, Senin (31/1/2022).
Anton menuturkan, polusi debu dari pabrik itu tentunya mengancam kesehatan keluarganya dan masyarakat sekitar. "Pernapasan anak saya jadi terganggu, jadi sering batuk-batuk sekarang. Saya khawatir karena anak saya baru berusia 8 bulan," tuturnya.
Menurut Anton, pernah ada yang datang ke permukiman untuk mengambil sampel debu itu dengan alasan akan diuji apakah mengandung bahan kimia beracun atau tidak. Tapi hasilnya masyarakat hingga kini belum mengetahuinya.
Anton menambahkan, warga pernah mendatangi pabrik dan meminta mereka untuk memperhatikan kesehatan warga sekitar. Namun, keberatan yang disampaikan oleh warga tidak digubris. Baca: Kucing-kucingan Tempat Hiburan Malam Bandel, di Dalam Kosong Parkiran Penuh
Warga menduga debu berwarna putih yang mencemari udara hingga masuk ke dalam rumah mereka itu berasal dari aktivitas salah satu perusahaan produsen plafon di desa tersebut.
Anton, salah satu warga yang rumahnya sangat dekat dengan pabrik mengatakan, polusi debu dari aktivitas produksi plafon sudah berlangsung cukup lama. Dia dan keluarganya termasuk yang terdampak dari polusi debu tersebut.
“Mereka beroperasi siang malam. Malamnya kami kebisingan, siangnya kami harus menghirup debu-debu yang beterbangan dari pabrik itu. Kami sudah sangat terganggu. Debunya sampai masuk ke dalam rumah bahkan ke kamar," kata Anton kepada sejumlah awak media, Senin (31/1/2022).
Anton menuturkan, polusi debu dari pabrik itu tentunya mengancam kesehatan keluarganya dan masyarakat sekitar. "Pernapasan anak saya jadi terganggu, jadi sering batuk-batuk sekarang. Saya khawatir karena anak saya baru berusia 8 bulan," tuturnya.
Menurut Anton, pernah ada yang datang ke permukiman untuk mengambil sampel debu itu dengan alasan akan diuji apakah mengandung bahan kimia beracun atau tidak. Tapi hasilnya masyarakat hingga kini belum mengetahuinya.
Anton menambahkan, warga pernah mendatangi pabrik dan meminta mereka untuk memperhatikan kesehatan warga sekitar. Namun, keberatan yang disampaikan oleh warga tidak digubris. Baca: Kucing-kucingan Tempat Hiburan Malam Bandel, di Dalam Kosong Parkiran Penuh
Lihat Juga :