Dukung Uji Klinis, Gubernur Khofifah Siap Disuntik Vaksin Merah Putih
Senin, 31 Januari 2022 - 15:06 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap untuk disuntik vaksin merah putih.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin merah putih inovasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akan memasuki tahap uji klinis pada tahap pertama pada 9 Februari 2022.
Rencananya, uji klinis akan dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin kepada 90 relawan berusia minimal 18 tahun di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Relawan itu sebelumnya tidak pernah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 dosis satu dan dua.
"Kami mohon doa seluruh masyarakat Jatim agar uji klinis yang dilakukan Unair bersama tim dari RSUD dr. Soetomo dapat berjalan dengan lancar dan sukses," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (31/1/2022).
Baca juga: Harlah NU, KH Wahab Hasbullah Mendadak Nyalakan Korek Api saat Ditanya Nasionalisme NU
Saat ini, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat dan Layanan Kesehatan Nasional (NHS / National Health Service) Inggris telah merekomendasikan vaksinasi booster karena mampu mengurangi risiko infeksi dan gejala berat yang diakibatkan varian baru, termasuk omicron.
Rencananya, uji klinis akan dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin kepada 90 relawan berusia minimal 18 tahun di RSUD dr. Soetomo Surabaya. Relawan itu sebelumnya tidak pernah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 dosis satu dan dua.
"Kami mohon doa seluruh masyarakat Jatim agar uji klinis yang dilakukan Unair bersama tim dari RSUD dr. Soetomo dapat berjalan dengan lancar dan sukses," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (31/1/2022).
Baca juga: Harlah NU, KH Wahab Hasbullah Mendadak Nyalakan Korek Api saat Ditanya Nasionalisme NU
Saat ini, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat dan Layanan Kesehatan Nasional (NHS / National Health Service) Inggris telah merekomendasikan vaksinasi booster karena mampu mengurangi risiko infeksi dan gejala berat yang diakibatkan varian baru, termasuk omicron.
Lihat Juga :