New Normal, Pengelola Wisata Harus Siap Jalankan Protokol Kesehatan Ketat
Jum'at, 12 Juni 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Anggota dewan yang tengah menempuh program doktor ilmu politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut dirinya secara khusus memang memberikan perhatian ke objek wisata hutan Pinus Mangunan. Menurutnya, keberadaan objek wisata di kawasan Dlingo tak terlepas dari peran anggota Dewan.
Pada 2015 silam, DPRD DIY mengajukan Peraturan Daerah (perda) inisiatif tentang pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi, yang kemudian lahir Perda DIY No 7 Tahun 2015. Melalui Perda ini, masyarakat dimungkinkan untuk mengelola sebagian hutan lindung seperti yang dilakukan oleh pengelola objek wisata hutan pinus Mangunan seperti saat ini.
"Sekali lagi kami di Komisi B memberikan support penuh agar objek wisata semacam ini tetap bertahan. Sejak awal kami di Dewan bersama Pemda DIY berharap agar keberadaan objek wisata ini mampu memberikan kesejahteraan warga sekitar," katanya.
Ketua Koperasi Noto Wono, Purwo Harsono mengaku siap menjalankan protokol kesehatan saat objek wisata diperbolehkan buka kembali. Pihaknya masih menunggu Standar Operasional (SOP) objek wisata saat new normal.
Koperasi Noto Wono sendiri membawahi pengelolaan sembilan destinasi wisata di Dlingo, Bantul. Mulai dari Pinus Pengger, Penus Becici hingga Seribu Batu.
Pada 2015 silam, DPRD DIY mengajukan Peraturan Daerah (perda) inisiatif tentang pengelolaan hutan lindung dan hutan produksi, yang kemudian lahir Perda DIY No 7 Tahun 2015. Melalui Perda ini, masyarakat dimungkinkan untuk mengelola sebagian hutan lindung seperti yang dilakukan oleh pengelola objek wisata hutan pinus Mangunan seperti saat ini.
"Sekali lagi kami di Komisi B memberikan support penuh agar objek wisata semacam ini tetap bertahan. Sejak awal kami di Dewan bersama Pemda DIY berharap agar keberadaan objek wisata ini mampu memberikan kesejahteraan warga sekitar," katanya.
Ketua Koperasi Noto Wono, Purwo Harsono mengaku siap menjalankan protokol kesehatan saat objek wisata diperbolehkan buka kembali. Pihaknya masih menunggu Standar Operasional (SOP) objek wisata saat new normal.
Koperasi Noto Wono sendiri membawahi pengelolaan sembilan destinasi wisata di Dlingo, Bantul. Mulai dari Pinus Pengger, Penus Becici hingga Seribu Batu.
Lihat Juga :