Penculikan Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin, Gambaran Pergolakan Politik Awal Kemerdekaan

Sabtu, 29 Januari 2022 - 17:10 WIB
loading...
Penculikan Sutan Sjahrir...
Perdana Menteri Sutan Sjahrir pernah diculik saat menginap di Solo. Foto Repro/MPI/Solichan Arif
A A A
BLITAR - Republik Indonesia pernah mengalami peristiwa penculikan pejabat penting negara yang kemudian dikenang dalam kronik sejarah sebagai gerakan kudeta pertama.

Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang sedang berkunjung ke Solo, Jawa Tengah, tiba-tiba lenyap. Saat itu tanggal 28 Juni 1946, Sjahrir diketahui sedang menginap di sebuah hotel di Solo.

Baca juga: Cerita di Balik Rekaman Suara Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan RI

Sebuah gerombolan orang tiba-tiba menyatroni kamarnya. Pintu kamar hotel didobrak, dan dengan gerak cepat militer, Sjahrir dibawa paksa meninggalkan lokasi. Perdana Menteri RI diculik.

Situasi republik yang merdeka belum genap setahun itu, sontak gempar. Dalam situasi genting, dr Soedarsono dan Soedarpo yang lolos dari aksi penculikan masih mengenali pimpinan penculik.

Dalam buku “Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan”, Pratama D Persadha menuliskan kesaksian dr Soedarsono dan Soedarpo.

“Gerombolan penculik dipimpin oleh Mayor AK Yusuf mendobrak kamar hotel dan membawa pergi Sutan Sjahrir,” tulis Pratama D Persadha.

Baca juga: Kisah Pertarungan Sengit Gajah Mada Melawan Sunan Bejagung Lor di Watu Gajah Tuban

Mayor AK Yusuf bukan orang baru bagi Sjahrir. A.K Yusuf pernah memiliki hubungan dengan Sjahrir sebagai murid dan guru.

Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), AK Yusuf pernah menghuni Asrama Indonesia Merdeka untuk banyak belajar kepada Sutan Sjahrir.

Sementara sejak Sjahrir mulai memimpin kabinet pada November 1945 hingga 1946, situasi politik tanah air terus memanas.

Kelompok Tan Malaka yang semula jalan bersama, berbalik memusuhinya. Sjahrir berada dalam situasi yang terus menerus tegang tanpa mampu mengendalikan.



Rudolf Mrazek dalam “Sjahrir : Politik dan Pengasingan di Indonesia” mengiaskan Sjahrir sebagai jembatan yang rapuh.

Mengutip laporan De Kadt dalam “ Jaren die dubbel telden”, Mrazek menyebut hubungan Sjahrir khususnya dengan Jawa di luar Jakarta sangat lemah.

Pendapat itu diperkuat dengan nota Wertheim dalam “Officiele bescheiden“ yang menulis, “Sjahrir tampaknya juga sangat ragu-ragu ketika mulai memegang kekuasaan”.

Aksi penculikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir membuat Presiden Soekarno murka.

"Pada tanggal 30 Juni 1946, Presiden Soekarno berpidato di radio mengecam penculikan Sjahrir," tulis Pratama D Persadha dalam buku “Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan”.

Bung Karno dalam pidatonya meminta para penculik segera membebaskan Sjahrir. Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin mengusulkan kepada Bung Karno untuk mengambil alih jalannya pemerintahan.

Saat itu juga Bung Karno menyatakan seluruh Republik Indonesia dalam keadaan darurat.

Situasi makin panas ketika laskar Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) mulai bergerak menuju Solo. Laskar Pesindo merupakan organ sayap Partai Sosialis Indonesia (PSI) pimpinan Sutan Sjahrir.

“Pesindo memberikan ancaman perang terbuka kepada para penculik apabila Sjahrir tidak dibebaskan”.

Di ibu kota Yogyakarta, pasukan Pemuda Indonesia Maluku (PIM) didatangkan untuk menjaga keselamatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Dua hari pasca pidato kecaman Bung Karno, Perdana Menteri Sutan Sjahrir dibebaskan. Penculik melepas Sjahrir dari tempat penahanannya di Desa Paras, lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Namun di hari yang sama menimpa Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin. Rumah Amir Sjarifuddin di Kota Baru Yogyakarta, disatroni penculik dan mereka berhasil menerobos masuk.

Dua orang pengawal Amir tewas dalam baku tembak. “Para penculik membawa pergi Amir Sjarifuddin dengan sebuah truk,” tulis Pratama D Persadha.

Di tengah perjalanan Amir mampu membebaskan diri dengan merebut pistol sopir truk sekaligus mengancam si sopir untuk mengantarkan dirinya ke gedung kepresidenan.

Pada 3 Juli 1946 pemerintah Soekarno berhasil mengungkap dalang di balik aksi penculikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir.

Terungkapnya aksi penculikan tersebut disusul penangkapan Panglima Divisi III Mayor Jenderal RP Sudarsono dan Muhammad Yamin.

Keduanya diringkus saat menghadap Bung Karno untuk menyodorkan surat pernyataan pembubaran Kabinet Sjahrir sekaligus mengusulkan pembentukan dewan pimpinan politik yang mempunyai kewenangan politik tertinggi.

Sebelumnya Bung Karno, Bung Hatta dan Amir Sjarifuddin sudah merundingkan situasi yang dihadapi.

"Begitu kedua orang itu selesai menyampaikan tuntutan mereka, keduanya langsung ditangkap," kata Pratama D Persadha dalam buku “Kode Untuk Republik, Peran Sandi Negara di Perang Kemerdekaan”.

Pemerintahan Soekarno juga menangkap Iwa Kusuma Sumantri, Achmad Soebardjo dan Chairul Saleh yang semuanya merupakan lingkaran inti kelompok Tan Malaka.

Upaya kudeta yang dimulai dengan penculikan Perdana Menteri Sutan Sjahrir pun gagal.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Kasus Pembunuhan Kacab...
Kasus Pembunuhan Kacab Bank, Oditur Militer Besok Bacakan Surat Tuntutan
3 Oknum Anggota TNI...
3 Oknum Anggota TNI Jalani Sidang Perdana Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved