Kader Gerindra Papua Laporkan Edy Mulyadi ke Polisi

Selasa, 25 Januari 2022 - 19:04 WIB
loading...
Kader Gerindra Papua...
Kader Gerindra melaporkan Edy Mulyadi ke polisi. Foto: Istimewa
A A A
JAYAPURA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Papua melaporkan pegiat media sosial Edy Mulyadi ke Polda Papua atas kasus ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Pengurus DPD Partai Gerindra Provisnsi Papua Govano Pattipawae mengatakan, latar belakang pelaporan Edy adalah beredarnya sebuah video viral yang didalamnya memuat konten ujaran kebencian dan penghinaan dengan menyebut Prabowo Subianto sebagai "macan yang mengeong."

Laporan tersebut terdaftar di Polda Papua dengan nomor STPL/12/1/2022 tertanggal 24 Januari 2022.

Baca juga: Banjir Kembali Kepung Kota Jayapura, Hampir Semua Titik Kota Terendam

"Secara spesifik, terlapor (Edy Mulyadi) mengkonotasikan Pak Prabowo sebagai macan yang berubah jadi kucing. Itu bentuk penghinaan terhadap pimpinan kami, sehingga kami sebagai kader Gerindra di daerah juga merasa terhina," kata Govano Pattipawae, di Polda Papua Jayapura Papua, Selasa (25/1/2022).

Menurut Govano, pihaknya banyak mengikuti channel Edy Mulyadi dan mendapati sejumlah konten tidak mendidik yang berisi hujatan dan pernyataan rasisme. Dalam laporannnya ke Polda papua, Govano melampirkan empat lembar hasil tangkapan layar akun youtube Bang Edy Channel.

Kader Gerindra Papua lainnya, Viktor Ohoiwutun mengaku sangat emosi saat menyaksikan pernyataan Edy. Namun, dia menghormati proses hukum dan berhadap kasus ini bisa diusut dengan seadil-adilnya.

Baca: Blusukan ke Lokasi Bencana di Kota Jayapura, Mensos Risma Berikan Sumbangan Rp1,3 Miliar

"Terus terang saya emosi, apalagi ada narasi tuduhan menggadaikan kedaulatan negara, apa dasarnya? Semoga kasus ini bisa diselesaikan dengan proses hukum yang berkeadilan," tegas Viktor.

Hal senada diungkapkan Jaman Makadomo, loyalis Prabowo di Papua. Dia menilai, pernyataan Edy sangat tidak beretika sehingga pantas diadili.

"Kami ini di Gerindra ibarat satu tubuh, kalau Pak Prabowo dicubit, kami semua merasa sakit," kata Jaman.

Baca: Komunitas Wanita Pancasila Salurkan Bantuan bagi Korban Bencana di Jayapura

Anggoa Dewan Perwakilan Rakyat Papua Natan Pahabol menambahkan, apa yang disampaikan Edy Mulyadi bukanlah kritik tapi penghinaan. Menurutnya, kalau kritik membangun pasti disampaikan dengan beradab.

"Pak Prabowo itu sudah biasa dikritik dan kami menghargai setiap masukan masyarakat, tapi ini sudah sangat pribadi dan menyinggung perasaan, sehingga membuat jengkel. Kini jutaan orang pecinta Pak Prabowo marah," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua Yanni menegaskan, bahwa laporan terhadap Edy Mulyadi ini merupakan bentuk pembelajaran agar ruang publik di media sosial diisi dengan narasi positif.

Baca: 300 Personel Polda Papua Diterjunkan Bantu Penanganan Banjir dan Longsor di Jayapura

Yanni menekankan, bahwa laporan ini murni inisiatif dari kader Gerindra Papua yang berasa tersakiti karena ketua umumnya direndahkan. Karena itu, Yanni berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memproses kasus ini.

"Kami berharap Pak Kapolri berkenan memproses kasus penghinaan terhadap Pak Prabowo ini," ungkapnya.

Menurut Yanni, Kalau kasus ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan minta maaf dan materai saja, karena akan banyak orang sesuka hati memaki dengan kebencian, fitnah, dan rasis sehingga menciderai demokrasi.

Baca: Pasutri Korban Banjir Bandang di Jayapura Orang Tua Kabiro SDM Polda Papua

Sebelumnya diberiktakan, sebuah video Edy Mulyadi secara berapi-api memprotes rencana pemerintah memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Saat itulah, dia menyebut Menhan Prabowo sebagai macan yang mengeong.

"Masak Menteri Pertahanan gini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang 3. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini saja. Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masak itu nggak masuk dalam perhitungan, kamu Menteri Pertahanan?," kata Edy dalam video tersebut.
(hsk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dijadwalkan...
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
Prabowo Panen Raya Udang...
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
Program Cetak Sawah...
Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
WPFD 2026 di Jayapura,...
WPFD 2026 di Jayapura, Komite Publisher Rights dan Komunitas Pers Hasilkan Deklarasi Jayapura
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Rekomendasi
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Berita Terkini
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved