Kisah Kiai Hasan Genggong, Ulama yang Doakan Penjajah Dapat Hidayah
Sabtu, 22 Januari 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Suatu ketika, ada seorang ulama yang sowan, berniat tabayun mengenai hukum melawan penjajah. Belum sempat pertanyaan diajukan, Kiai Hasan Genggong menggunakan peci hitam dan membawa keris (hal yang sangat jarang dilakukan), dan si tamu tersebut dengan bangga merasa sudah menemukan jawaban tanpa harus mengajukan pertanyaan.
Kiai Hasan Genggong pernah menyatakan bahwa berjuang ikhlas di NU akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Berdasarkan situs pzhgenggong.or.id, diungkapkan banyak kisah yang umum di masyarakat tentang kasih sayang dan akhlak Kiai Hasan. Salah satunya, saat Kiai Hasan bepergian ke suatu daerah, beliau mendapati ada semut angkrang di bajunya.
Mendapati itu, Kiai Hasan Sepuh meminta kusir delmannya berhenti. Kiai Hasan Sepuh berpikir sejenak di mana kira-kira semut itu bisa menempel dibajunya.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Kiai Hasan meminta kusirnya mengembalikan semut itu ke tempatnya semula, yakni ke tempat di mana mereka berhenti sebelumnya.
Ternyata, jarak tempat itu sekitar tiga kilometer dari tempat Kiai Hasan Sepuh berada. Alasannya sederhana, khawatir sanak keluarga dari semut itu kebingungan. Itulah kasih sayang yang ditunjukkan Kiai Hasan kepada semut, apalagi ke manusia.
Kiai Hasan Genggong pernah menyatakan bahwa berjuang ikhlas di NU akan mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.
Berdasarkan situs pzhgenggong.or.id, diungkapkan banyak kisah yang umum di masyarakat tentang kasih sayang dan akhlak Kiai Hasan. Salah satunya, saat Kiai Hasan bepergian ke suatu daerah, beliau mendapati ada semut angkrang di bajunya.
Mendapati itu, Kiai Hasan Sepuh meminta kusir delmannya berhenti. Kiai Hasan Sepuh berpikir sejenak di mana kira-kira semut itu bisa menempel dibajunya.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Kiai Hasan meminta kusirnya mengembalikan semut itu ke tempatnya semula, yakni ke tempat di mana mereka berhenti sebelumnya.
Ternyata, jarak tempat itu sekitar tiga kilometer dari tempat Kiai Hasan Sepuh berada. Alasannya sederhana, khawatir sanak keluarga dari semut itu kebingungan. Itulah kasih sayang yang ditunjukkan Kiai Hasan kepada semut, apalagi ke manusia.
(msd)
Lihat Juga :