Dibutuhkan Lawan Corona, Konsumsi Air Bersih Diprediksi Meningkat di Masa PSBB Transisi
Kamis, 11 Juni 2020 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Secara sumber air kita enggak ada masalah. Kalau kita lihat Januari sampai dengan Mei, itu tidak terjadi disruption yang signifikan, kita bisa mengalirkan air. Seperti masa normal biasanya kita 20200 liter, kemarin (PSBB) kita bisa 19.500-19.800 liter," katanya.
Bambang menyebut berkurangnya pendistribusian air bersih di masa PSBB karena sejumlah perusahaan dan pelaku industri tidak beroperasi. Tetapi ada kenaikan konsumsi air bersih di sektor rumah tangga. Hal itu lantaran pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah.
Terjadi kecenderungan perpindahan konsumsi air bersih dari sektor komersil ke rumah tangga, seiring adanya arahan pemerintah ke masyarakat untuk tetap di rumah dan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH). (Baca juga: Bandara Soetta Tak Wajibkan SIKM, DKI Tetap Berlakukan Sanksi Isolasi Dua Pekan)
"Untuk hotel dan apartement komposisinya itu (air bersih) berkurang 5,75 persen dari pada sebelum adanya wabah ini, dan itu berpindah ke rumah tangga sederhana dan rumah tangga menengah secara signifikan," tukasnya.
Bambang menyebut berkurangnya pendistribusian air bersih di masa PSBB karena sejumlah perusahaan dan pelaku industri tidak beroperasi. Tetapi ada kenaikan konsumsi air bersih di sektor rumah tangga. Hal itu lantaran pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah.
Terjadi kecenderungan perpindahan konsumsi air bersih dari sektor komersil ke rumah tangga, seiring adanya arahan pemerintah ke masyarakat untuk tetap di rumah dan bekerja di rumah atau Work From Home (WFH). (Baca juga: Bandara Soetta Tak Wajibkan SIKM, DKI Tetap Berlakukan Sanksi Isolasi Dua Pekan)
"Untuk hotel dan apartement komposisinya itu (air bersih) berkurang 5,75 persen dari pada sebelum adanya wabah ini, dan itu berpindah ke rumah tangga sederhana dan rumah tangga menengah secara signifikan," tukasnya.
(thm)
Lihat Juga :