Baru 3 Bulan, Jembatan Dana Desa Rp51 Juta Hancur Diterjang Longsor
Kamis, 11 Juni 2020 - 15:30 WIB
loading...
Tanah longsor mengubur jembatan sepanjang 20 meter dan mengisolasi sekitar 70 KK di Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Foto: SINDOnews/asep juhariyono
A
A
A
TASIKMALAYA - Sebuah jembatan di Kampung Bugel, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya hancur setelah diterjang tanah longsor , Rabu (10/6/2020). Jembatan sepanjang 20 meter yang merupakan satu-satunya akses penghubung warga kampung itu sama sekali tak bisa dilalui, baik menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki. Akibatnya, sekitar 70 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut terisolasi.
Kepala Desa Bugel, Ruhimat mengatakan, longsor disebabkan tingginya curah hujan sejak Selasa (9/6/2020) sore hingga Rabu subuh. Padahal, jembatan itu baru digunakan dua hari oleh warga setelah dilakukan pembangunan dan perbaikan.
"Jembatan ini baru diperbaiki selama satu bulan lalu dan baru digunakan dua hari, tapi sekarang sudah hancur dan hilang terbawa longsor," kata dia.
(Baca: Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga Kabupaten Tasikmalaya)
Ia menyebutkan, jembatan ini awalnya dibangun secara permanen pada tahun 2018 lalu. Namun, pada bulan Februari 2020, jembatan itu tertimpa longsor, dan akhirnya masyarakat melakukan musyawarah desa, dan sepakat untuk menggunakan anggaran dana desa.
Ruhimat mengatakan pembangunan jembatan diselesaikan dalam satu bulan. Warga pun kembali bisa melintasi jembatan itu, bahkan dengan kendaraan roda empat. Namun, baru dua hari digunakan, jembatan itu kembali hancur tertimpa longsor.
"Jembatan ini dibuat dengan dana desa sekira Rp 51 juta," kata dia sambil menunjukan laporan penggunaan anggaran dana desa untuk pembangunan jembatan itu, yang masih menempel di sebuah pohon diujung jembatan.
Kepala Desa Bugel, Ruhimat mengatakan, longsor disebabkan tingginya curah hujan sejak Selasa (9/6/2020) sore hingga Rabu subuh. Padahal, jembatan itu baru digunakan dua hari oleh warga setelah dilakukan pembangunan dan perbaikan.
"Jembatan ini baru diperbaiki selama satu bulan lalu dan baru digunakan dua hari, tapi sekarang sudah hancur dan hilang terbawa longsor," kata dia.
(Baca: Banjir Rendam Ratusan Rumah Warga Kabupaten Tasikmalaya)
Ia menyebutkan, jembatan ini awalnya dibangun secara permanen pada tahun 2018 lalu. Namun, pada bulan Februari 2020, jembatan itu tertimpa longsor, dan akhirnya masyarakat melakukan musyawarah desa, dan sepakat untuk menggunakan anggaran dana desa.
Ruhimat mengatakan pembangunan jembatan diselesaikan dalam satu bulan. Warga pun kembali bisa melintasi jembatan itu, bahkan dengan kendaraan roda empat. Namun, baru dua hari digunakan, jembatan itu kembali hancur tertimpa longsor.
"Jembatan ini dibuat dengan dana desa sekira Rp 51 juta," kata dia sambil menunjukan laporan penggunaan anggaran dana desa untuk pembangunan jembatan itu, yang masih menempel di sebuah pohon diujung jembatan.
Lihat Juga :