Upaya Pemerintah Jadikan Wajo Daerah Pencetak Hafiz Kian Nyata
Kamis, 20 Januari 2022 - 22:22 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud bersama sejumlah santri di salah satu Pondok Tahfidzul Quran. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo menjadikan Kabupaten Wajo sebagai daerah pencetak hafiz atau penghafal Al-Quran kian nyata.
Berdasarkan data dari Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Wajo tahun 2022, ada 3.581 santri yang tersebar di 40 Pondok Tahfidzul Quran di Kabupaten Wajo sedang menjalani pembinaan.
Baca juga:Pelaksanaan Vaksinasi Anak Serentak Digelar 14 Kecamatan di Wajo
"Salah satu program Pemkab Wajo yaitu mencetak ribuan hafiz. Saat ini program tersebut telah berjalan dan telah banyak melahirkan bibit-bibit baru penghafal Al-Quran yang berasal dari Kabupaten Wajo," ujar Bupati Wajo, Amran Mahmud, Kamis (20/1/2022).
Di tahun 2021, lanjut orang nomor satu di Bumi Lamadukelleng itu, jumlah anak yang mengikuti program tahfiz Al-Quran sebanyak 1.700 santri.
Baca juga:Kabupaten Wajo Belum Penuhi Syarat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
Namun di tahun 2022 angka itu meningkat yang cukup signifikan, sebab jumlah santri yang mengikuti program tahfiz Al-Quran naik dua kali lipat jika dibanding tahun sebelumnya.
“Kami sangat optimis dua hingga empat tahun ke depan akan banyak lahir kader-kader penghafal Al-Quran dari Wajo. Ini tentu menjadi harapan kita semua, dan sejalan dengan visi-misi pemerintahan," terangnya.
Sementara itu, Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setkab Wajo, Ernawati Aras mengatakan, sampai saat ini Pemkab Wajo selalu siap memberi kemudahan bagi Pondok Tahfidz. Termasuk memfasilitasi jika ingin melakukan balik nama terkait lahan yang ditempati.
Baca juga:DLH Wajo Benahi Taman Callaccu Jelang Peresmian
Tidak hanya itu, Pemkab Wajo melalui Dinas Kesehatan juga memberikan dukungan layanan kesehatan kepada santri dan pembina pondok yang mengalami ganguan kesehatan atau sedang sakit.
"Kami siap memfasilitasi antara Pondok Tahfidz dengan pihak Kementerian ATR/BPN terkait legalitas lahan yang ditempati. Tentu dengan tidak mengurangi aturan dan persyaratan yang ada. Kami juga siap memberikan dukungan layanan kesehatan untuk para santri yang sedang sakit," pungkasnya.
Berdasarkan data dari Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Pemkab Wajo tahun 2022, ada 3.581 santri yang tersebar di 40 Pondok Tahfidzul Quran di Kabupaten Wajo sedang menjalani pembinaan.
Baca juga:Pelaksanaan Vaksinasi Anak Serentak Digelar 14 Kecamatan di Wajo
"Salah satu program Pemkab Wajo yaitu mencetak ribuan hafiz. Saat ini program tersebut telah berjalan dan telah banyak melahirkan bibit-bibit baru penghafal Al-Quran yang berasal dari Kabupaten Wajo," ujar Bupati Wajo, Amran Mahmud, Kamis (20/1/2022).
Di tahun 2021, lanjut orang nomor satu di Bumi Lamadukelleng itu, jumlah anak yang mengikuti program tahfiz Al-Quran sebanyak 1.700 santri.
Baca juga:Kabupaten Wajo Belum Penuhi Syarat Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun
Namun di tahun 2022 angka itu meningkat yang cukup signifikan, sebab jumlah santri yang mengikuti program tahfiz Al-Quran naik dua kali lipat jika dibanding tahun sebelumnya.
“Kami sangat optimis dua hingga empat tahun ke depan akan banyak lahir kader-kader penghafal Al-Quran dari Wajo. Ini tentu menjadi harapan kita semua, dan sejalan dengan visi-misi pemerintahan," terangnya.
Sementara itu, Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setkab Wajo, Ernawati Aras mengatakan, sampai saat ini Pemkab Wajo selalu siap memberi kemudahan bagi Pondok Tahfidz. Termasuk memfasilitasi jika ingin melakukan balik nama terkait lahan yang ditempati.
Baca juga:DLH Wajo Benahi Taman Callaccu Jelang Peresmian
Tidak hanya itu, Pemkab Wajo melalui Dinas Kesehatan juga memberikan dukungan layanan kesehatan kepada santri dan pembina pondok yang mengalami ganguan kesehatan atau sedang sakit.
"Kami siap memfasilitasi antara Pondok Tahfidz dengan pihak Kementerian ATR/BPN terkait legalitas lahan yang ditempati. Tentu dengan tidak mengurangi aturan dan persyaratan yang ada. Kami juga siap memberikan dukungan layanan kesehatan untuk para santri yang sedang sakit," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :