Diduga Derita HIV, Tahanan Narkoba Polres Jaksel Meninggal

Kamis, 20 Januari 2022 - 10:00 WIB
loading...
Diduga Derita HIV, Tahanan...
Tahanan narkoba Polres Jaksel meninggal. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keluarga tahanan kasus narkoba Polres Jakarta Selatan, Freddy Nicolaus Siagian (33) yang tewas di RS Polri karena demam menduga ada kejanggalan atas kematian Freddy. Maka itu, pihak keluarga telah melapor ke Komnas HAM.

”Kami sudah dengar hasil autopsi (sementara) dan dari beberapa kerabat yang melihat kejanggalan sehingga kami menduga ada pelanggaran HAM,” kata Kuasa Hukum Keluarga Freddy, Antonius Badar Karwahyu, Kamis (20/1/2022).

Sejauh ini, kata dia, Komnas HAM belum memberikan tanggapan atas laporan keluarga Freddy. Kemungkinan Komnas HAM baru akan memberi tanggapannya dalam beberapa hari ke depan dan akan dilaporkan ke Propam Mabes Polri.

Hanya saja, pihak keluarga masih mempertimbangkannya lantaran masih harus mencari bukti-buktinya dahulu. ”Lapor ke Komnas HAM sudah pada Selasa, 18 Januari kemarin. Baca juga: 4 Tahanan Polsek Cikalongwetan yang Kabur Akhirnya Ditangkap

Laporan secara tertulis, bukti pendukung, foto, rekaman pembicaraan yang mendukung laporan, dan saksi yang melihat kejanggalan (dalam kematian Freddy),” tuturnya.

Jenazah Freddy dimakamkan di TPU Bambu Apus II, Jakarta Timur pada Senin, 17 Januari lalu. Jenazah Freddy telah diautopsi di RS Polri Kramat Jati atas permintaan pihak keluarga Freddy pada penyidik Polres Jakarta Selatan lantaran keluarga melihat sejumlah luka tak wajar.

”Yang kami lihat ada (luka) di dalam punggungnya. Dari dokternya setelah otopsi, kami tanya ada luka-luka bagaimana ibu dokter, (dokter menjawab) iya betul itu ada luka-luka,” katanya. Baca juga: Ciduk 2 Kurir Narkoba, Polres Jakbar Sita 25 Kg Sabu Senilai Rp25 Miliar

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit menyabutkan, dari hasil pemeriksaan tim dokter di RS Polri, korban menderita penyakit jantung dan HIV.

Maka itu, tak benar bila sampai korban meninggal karena adanya kejanggalan atau tindak penganiayaan.”Kita periksa orang tahanan dan periksa CCTV, khususnya ditahanan kita, selama dia di tahanan tidak ada pemukulan,”katanya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Rekomendasi
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto: Saya Tidak Terima Uang
Berita Terkini
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved