Rapid Test Santri, FPKB Pertanyakan Komitmen Pemkab Kendal ke Pesantren

Kamis, 11 Juni 2020 - 13:33 WIB
loading...
A A A
“Pada dasarnya pihak pesantren siap untuk mematuhi SOP dari pemerintah. Namun pemerintah di sini jangan lepas tangan, tapi harus hadir untuk memfasilitasi penerapannya di pesantren. Jangan sampai nanti pesantren yang membuka kembali kegiatannya malah dibully gara-gara ditemukan kasus penyebaran Covid-19 atau justru menjadi cluster baru,” tegasnya.

Sebelumnya, Ferry Nando Rad Bonay, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, mengatakan pihaknya belum mendapatkan perintah mengadakan rapid test untuk kebutuhan para santri. Alih-alih menyediakan, pihaknya justru menyatakan jika pengadaan rapid test merupakan tanggungjawab Kemenag.

Hal itu disampaikan menanggapi munculnya keluhan dari para orang tua atau wali santri yang keberatan dibebani biaya rapid test sebagai persyaratan putra-putrinya kembali ke pesantren. Karena belum adanya kejelasan dari pihak berwenang, sejumlah wali santri pun telah mengurus rapid test dengan biaya sendiri. Konsekuensinya, bagi yang tidak mampu, para santri terancam tidak bisa kembali ke pesantren.

“Saya sudah coba cari informasi, biaya rapid test kisaran Rp 300-400 ribu. Bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, jumlah ini tidak sedikit. Belum lagi untuk keperluan lain. Kalau tidak punya dana, kemungkinan santri tidak bisa balik ke pondok,” aku Munifah, orang tua santri asal Kebonharjo, Patebon.

Sementara itu, Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Kesahatan telah menerbitkan surat perihal fasilitasi kesehatan bagi santri. Dalam surat tertanggal 8 Juni 2020 itu disampaikan agar kepala Dinkes di masing-masing kabupaten/kota memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi para santri yang akan kembali ke pesantren.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
Waka MPR: Dari Pesantren...
Waka MPR: Dari Pesantren Lahir Pemimpin Berilmu, Beriman, dan Siap Mengabdi
Kunjungi Ponpes Miftahul...
Kunjungi Ponpes Miftahul Ulum di Cipete, Kaesang: Kami Bakal Sering Datang Minta Nasihat
Kunjungi Ponpes Cipasung,...
Kunjungi Ponpes Cipasung, Gibran: Santri Harus Beradaptasi dengan Teknologi
Sinergi KEK Lido, MNC...
Sinergi KEK Lido, MNC Tourism dan MNC Peduli: Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren di Bogor
9 Perjalanan Kereta...
9 Perjalanan Kereta Terlambat Parah Akibat Banjir Semarang-Kendal
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
Rekomendasi
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved