Gelar Perkara Pembunuhan Sadis di Batubara: Motifnya Bukan Tuak, Tapi Tangkahan
Kamis, 11 Juni 2020 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh Nainggolan mengatakan, penyidik juga merekomendasikan agar ponsel inisial BS disita untuk tujuan investigasi. Bahwa sebelumnya, motif pembunuhan itu karenan disiram tuak.
Tetapi, hasil gelar perkara membuktikan lain. Motifnya terkait tangkahan. "Penyidik juga merekomendasikan, hasil pemeriksaan di Polres Batubara nanti kita minta dikirimkan ke Polda Sumut untuk kita gelar perkara ulang kembali tentang keterlibatan BS ini," terang MP Nainggolan.
Diberitakan sebelumnya, Darwin Sitorus (41), warga Dusun VIII Desa Kampung Kelapa, Kecamatan Air Putih, Batubara dikeroyok hingga tewas di lapo tuak di lokasi penambangan pasir di Dusun Cinta Maju, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batubara. Tidak hanya mengeroyok, para pelaku juga secara sadis menggorok leher korban. (BACA JUGA: Rotasi Wakapolda Sumut: Brigjen Mardiaz Jadi Kasetukpa Polri, Digantikan Brigjen Dadang Hartanto)
Pembunuhan tersebut disaksikan tiga penjaga malam lokasi galian C. Mereka langsung kabur dan memberitahukan kejadian itu kepada Henny Br Sitohang, istri korban. Perempuan itu pun menghubungi petugas Polsek Indrapura.
"Suami saya kan bertugas menjaga tangkahan. Kami bukan pemilik tangkahan. Karena tangkahan itu legal, ada izinnya, lengkap dari Forkopimda, ya kami mau bekerja di sana. Tetapi orang-orang ini, ya, para pelaku kan sudah sering datang mendemo. Jadi ini bukan soal tuak. Bukan. Ini soal tangkahan," pungkas Heny.
Tetapi, hasil gelar perkara membuktikan lain. Motifnya terkait tangkahan. "Penyidik juga merekomendasikan, hasil pemeriksaan di Polres Batubara nanti kita minta dikirimkan ke Polda Sumut untuk kita gelar perkara ulang kembali tentang keterlibatan BS ini," terang MP Nainggolan.
Diberitakan sebelumnya, Darwin Sitorus (41), warga Dusun VIII Desa Kampung Kelapa, Kecamatan Air Putih, Batubara dikeroyok hingga tewas di lapo tuak di lokasi penambangan pasir di Dusun Cinta Maju, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batubara. Tidak hanya mengeroyok, para pelaku juga secara sadis menggorok leher korban. (BACA JUGA: Rotasi Wakapolda Sumut: Brigjen Mardiaz Jadi Kasetukpa Polri, Digantikan Brigjen Dadang Hartanto)
Pembunuhan tersebut disaksikan tiga penjaga malam lokasi galian C. Mereka langsung kabur dan memberitahukan kejadian itu kepada Henny Br Sitohang, istri korban. Perempuan itu pun menghubungi petugas Polsek Indrapura.
"Suami saya kan bertugas menjaga tangkahan. Kami bukan pemilik tangkahan. Karena tangkahan itu legal, ada izinnya, lengkap dari Forkopimda, ya kami mau bekerja di sana. Tetapi orang-orang ini, ya, para pelaku kan sudah sering datang mendemo. Jadi ini bukan soal tuak. Bukan. Ini soal tangkahan," pungkas Heny.
(vit)
Lihat Juga :