Asal Usul Grogol Jakbar, Dulunya Tempat Bermukim Binatang Buas

Minggu, 16 Januari 2022 - 06:14 WIB
loading...
Asal Usul Grogol Jakbar,...
Kawasan Grogol, Jakarta Barat pada masa lalu masih hutan lebat dihuni binatang buas. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Bagi sebagian besar warga Jakarta, nama Grogol di Jakarta Barat tak asing lagi bahkan bisa jadi sangat familiar. Di tempat ini, dulu pernah ada terminal bus yang cukup besar di wilayah Ibu Kota.

Namun, asal usul nama Grogol sudah dikenal masa kolonial Belanda atau Jakarta masih bernama Batavia, Grogol berhubungan dengan binatang buas. Berdasarkan informasi dan data sejarah disebutkan dulunya sebuah kawasan hutan lebat.

Bahkan, banyak terdapat binatang buas yang tidak terhitung jumlahnya. Binatang-binatang di hutan itu sering diburu warga. Mereka pun memasang sejumlah perangkap agar bisa mendapatkan hewan buruan.

Alat untuk menjebak binatang itu mereka sebut garogol (Sunda), yang artinya perangkap dari tombak-tombak. Nama Garogol itu lama-lama dalam penyebutannya berubah menjadi Grogol. Kemudian namaGrogol itulah yang kini kita kenal bersama.

Berdasarkan buku ‘Asal Usul Nama Tempat di Jakarta’ karya Sejarawan Betawi Rachmat Ruchiat menyebutkan pada zaman dahulu konon banyak satwa liar seperti macan berkeliaran di wilayah itu, hingga masyarakat memasang perangkap disana.

Setiap kali berburu, warga memasang garogol atau perangkap yang dibuat dari tombak-tombak. Dengan alat garogol binatang buas biasanya ditangkap. Seiring berjalannya waktu kini, Kawasan Grogol menjadi wilayah perkotaan modern.

Pada paruh kedua abad ke-18, hampir seluruh daerah aliran Kali Grogol pernah menjadi milik Reiner de Klerk (1708-1780). Ia adalah seorang pejabat VOC yang kaya raya, pemilik Gedung yang sekarang menjadi Gedung Arsip Nasional di Jalan Gajah Mada.

Sejak tahun 1777 sampai 1780, Reiner de Klerk menjabat sebagai Gubernur Jenderal. Pada usia senjanya, ia membangun rumah peristirahatan di Grogol. Gedung tersebut kini terletak didalam komplek kantor Polsek Pal Merah.

Pada tahun 1780, sebelum Gedung itu rampung dibangun, Reiner de Klerk meninggal dunia. Setelah belasan tahun bangunan itu mangkrak, akhirnya pada tahun 1792 diselesaikan oleh pemilik baru sebagian tanah Grogol, yaitu Andries Hartsinck yang juga pemilik tanah Yapan atau Jepang.

Rupanya bekas tanah milik Reiner de Klerk itu terbagi bagi menjadi sejumlah tanah partikelir, antara lain Kebon Jeruk, Petamburan, Kebayoran, Ulujami, dan lainnya. Menurut Regering Almanak, pada tahun 1981 tanah grogol tercatat sebagai milik Kauw Kang Youw dengan hasil buminya padi dan kelapa.

Saat ini Kawasan Grogol terkenal dengan dua perguruan tinggi yakni Universitas Trisakti dan Universitas Tarumanagara. Keduanya cukup mashur di Jakarta, juga di Indonesia. Selain itu, di kawasan Grogol juga terdapat RS Sumber Waras.

Kemudian pusat perbelanjaan modern Mal Ciputra dan Ctra Land yang berada di dekat perempatan Grogol di kawasan Jakarta Barat. Kawasan tersebut merupakan salah satu tempat yang cukup strategis di Ibu Kota, didukung keberadaan terminal bus yang terintegarasi dengan jaringan busway Transjakarta.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Permukiman Padat Penduduk...
Permukiman Padat Penduduk di Grogol Petamburan Ludes Terbakar, Nihil Korban Jiwa
Kebakaran Hebat di Grogol:...
Kebakaran Hebat di Grogol: 45 Rumah Semipermanen dan 70 Pintu Kontrakan Ludes, 295 Jiwa Mengungsi
Kebakaran Landa Rumah...
Kebakaran Landa Rumah Padat Penduduk Grogol, 17 Unit Damkar Diterjunkan
Gayatri, Perempuan di...
Gayatri, Perempuan di Balik Penentuan Lokasi Ibu Kota Kerajaan Majapahit
5 RT di Jaktim dan Jakbar...
5 RT di Jaktim dan Jakbar Terendam Banjir, Cililitan Mencapai 100 Cm
Ngeri, Pria di Jakbar...
Ngeri, Pria di Jakbar Ngamuk Bawa Senapan lalu Bacok Korban hingga Tewas
Obesitas Meningkat,...
Obesitas Meningkat, Klinik Kesehatan Diet Hadir di Jakbar
16 RT dan 4 Ruas Jalan...
16 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakarta Barat Masih Terendam Banjir, Underpass Matraman Surut
Pagi Ini 10 RT di Jakbar...
Pagi Ini 10 RT di Jakbar Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 30-60 Cm
Rekomendasi
Pemain Timnas Indonesia...
Pemain Timnas Indonesia U-17 Diminta Tidak Terintimidasi Reputasi Korea Selatan
Misbakhun Yakin Tim...
Misbakhun Yakin Tim Ekonomi Prabowo Mampu Redam Guncangan Efek Tarif Masuk ala Trump
Arus Balik Lebaran,...
Arus Balik Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Macet
Berita Terkini
Antisipasi Macet di...
Antisipasi Macet di Pantura, Polresta Cirebon Tongkrongi Titik Rawan Macet
33 menit yang lalu
Polres Pelabuhan Tanjung...
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Patroli Siang dan Malam Antisipasi Tindak Kejahatan
3 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,0...
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Cilacap Jawa Tengah, Dirasakan hingga Pacitan
4 jam yang lalu
Rano Karno Ziarah ke...
Rano Karno Ziarah ke Makam Orang Tua sekaligus ke Pemakaman Ray Sahetapy
4 jam yang lalu
Puncak Arus Balik Lebaran...
Puncak Arus Balik Lebaran 2025 Diprediksi pada 5-7 April, Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal
6 jam yang lalu
Tol Palikanci Ramai...
Tol Palikanci Ramai Lancar, Arus Balik Diprediksi Memuncak Sabtu-Minggu
7 jam yang lalu
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved