Inilah Persiapan Pesantren Tangguh di Jatim Hadapi New Normal
Kamis, 11 Juni 2020 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut mantan Menteri Sosial RI ini mendukung digagasnya Pondok Pesantren Tangguh di berbagai Pondok Pesantren dan berharap agar pondok pesantren benar-benar aman dari penyebaran virus covid-19. Selanjutnya dapat mencegah penyakit menular lainnya.
"Kami berharap makin hari makin banyak pesantren yang akan menjadi role model pesantren tangguh terutama di tengah pandemi covid-19. Namun kami ingin model Pesantren Tangguh ini nantinya berkelanjutan," kata Khofifah.
Karenanya, ada tiga item penerapan wajib di Pesantren Tangguh. Yang pertama adalah Pesantren Sehat. Pesantren diharapkan mulai akrab dan tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, dan juga menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan menggunakan air mengalir dan dengan sabun.
Kemudian kedua adalah pesantren bersih. Yaitu pesantren mengupayakan santrinya untuk terbiasa mencuci tangan dengan air mengalir dan memperbanyak akses cuci tangan dan sanitasinya terus ditingkatkan.
"Dan yang ketiga adalah pesantren TOPP. Ini akronim dari tanaman obat pondok pesantren. Jadi kami ingin agar pengembangan tanaman obat juga dilakukan lebih masif di pesantren untuk mewujudkan ketahanan pengobatan tradisional di lingkup pesanteen," ucap mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.
Dengan tiga item ini ditegakkan di pesantren tangguh, diharapkan juga bisa diterapkan di pondok pesantren lain di Jatim bahkan juga kalau bisa menjadi inspirasi bagi pesantren di provinsi yang lain.
Sebagai dukungan penerapan new normal di lingkungan pesantren, Khofifah sudah menyiapkan bantuan guna mendukung pesantren tangguh untuk bisa menegakkan protokol kesehatan.
Gubernur akan memberikan bantuan alat perlindungan diri (APD) ke setiap poskestren di Jawa Timur dengan total 34.650 buah. Bantuan APD itu untuk 1.286 pondok yang di dalamnya terdapat poskestren.
"Kami berharap makin hari makin banyak pesantren yang akan menjadi role model pesantren tangguh terutama di tengah pandemi covid-19. Namun kami ingin model Pesantren Tangguh ini nantinya berkelanjutan," kata Khofifah.
Karenanya, ada tiga item penerapan wajib di Pesantren Tangguh. Yang pertama adalah Pesantren Sehat. Pesantren diharapkan mulai akrab dan tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, dan juga menyediakan hand sanitizer atau tempat cuci tangan menggunakan air mengalir dan dengan sabun.
Kemudian kedua adalah pesantren bersih. Yaitu pesantren mengupayakan santrinya untuk terbiasa mencuci tangan dengan air mengalir dan memperbanyak akses cuci tangan dan sanitasinya terus ditingkatkan.
"Dan yang ketiga adalah pesantren TOPP. Ini akronim dari tanaman obat pondok pesantren. Jadi kami ingin agar pengembangan tanaman obat juga dilakukan lebih masif di pesantren untuk mewujudkan ketahanan pengobatan tradisional di lingkup pesanteen," ucap mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.
Dengan tiga item ini ditegakkan di pesantren tangguh, diharapkan juga bisa diterapkan di pondok pesantren lain di Jatim bahkan juga kalau bisa menjadi inspirasi bagi pesantren di provinsi yang lain.
Sebagai dukungan penerapan new normal di lingkungan pesantren, Khofifah sudah menyiapkan bantuan guna mendukung pesantren tangguh untuk bisa menegakkan protokol kesehatan.
Gubernur akan memberikan bantuan alat perlindungan diri (APD) ke setiap poskestren di Jawa Timur dengan total 34.650 buah. Bantuan APD itu untuk 1.286 pondok yang di dalamnya terdapat poskestren.
Lihat Juga :