Pastikan Bukan Konten, Polisi Selidiki Kasus Perundungan Siswi di Makassar

Kamis, 13 Januari 2022 - 19:16 WIB
loading...
Pastikan Bukan Konten,...
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jufri Natsir. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar mendalami kasus perundungan antara siswi SMP yang video kekerasannya viral di media sosial. Kejadian dugaan penganiayaan itu terjadi di Jalan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini pada Jumat, (7/01/2022) lalu.

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jufri Natsir menerangkan sejauh penyelidikan , pihaknya tidak menemukan kasus perundungan ini adalah konten sebagaimana disebutkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin belum lama ini.

Baca Juga: Video Perundungan Siswi Viral di Makassar, Kepala Disdik Sebut Hanya Konten

"Jadi kejadian ini awalnya selisih paham saling ejek begitu, tapi kami akan menyelidiki dan mendalami permasalah sesungguhnya terjadi sehingga viral. Sejauh ini kami temukan bukan untuk konten. Laporannya disini terkait penganiayaan atau pengeroyokan," kata Jufri di kantornya, Kamis (13/1/2022).

Perwira Polri satu bunga ini menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah orang yang diduga terlibat dalam proses penyelidikan. "Saksinya kita sudah periksa 4 orang termasuk korban didampingi orang tuanya sendiri sama satu lagi teman korban," ucapnya.

Dia menyampaikan, pihaknya sementara mengagendakan pemeriksaan lanjutan kepada guru dan terlapor. Pemeriksaan rencananya akan dilaksanakan besok, Jumat, 13 Januari. "Besok rencana ada empat orang lagi termasuk (terduga) pelakunya yang akan kami hadirkan lagi," tegas Jufri.

Dia bilang, bila dalam prosesnya ditemukan perbuatan yang mengarah ke tindak pidana, maka status terlapor akan ditingkatkan. Terlapor dalam kasus berinisial PA dan masih berusia 13 tahun. "Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang turut membantu dan turut andil. Korbannya inisial AI," paparnya.

Sementara itu, Ayah korban, Andi Idris mengaku kecewa dengan pernyataan Kadis Pendidikan Makassar, Muhyiddin. "Kami sangat kecewa dengan statement Kadis Pendidikan bahwa ini sebuah konten. Yang mana putri kami yang mengalami kekerasan," tuturnya.

Baca Juga: KPI Pusat Bentuk Tim Penanganan dan Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Seksual

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin sempat menyatakan, kejadian itu hanya kesalahpahaman karena persoalan perebutan dan pembuatan konten. Disdik bahkan telah memediasi persoalan ini, dengan mempertemukan orang tua masing-masing pelajar bersama pihak sekolah.

Sehari setelah kejadian kata Idris, barulah Kadis Pendidikan Muhyiddin datang dan berupaya memediasi persoalan ini. Bukannya memberikan solusi pernyataan Kadis Muhyiddin membuat orang tua korban kecewa. "Ini sebuah fakta tentang kekerasan yang dialami anak kami," tegasnya.



Dia bilang pelaporan dilayangkan ke Polisi pada 10 Januari dengan nomor surat laporan STBL/64/I/22/Polda Sulsel/Restabes Makassar. Sehari setelah melapor, sang istri kata Idris telah dimintai keterangan menyoal kasus itu. Mereka juga menyertakan bukti rekaman video penganiayaan.

Idris berharap pihak kepolisian dapat mengungkap para pelaku penganiayaan terhadap anaknya. Akibat kejadian itu, sang anak mengalami tekanan psikologis hingga tak mau lagi masuk sekolah. "Anak saya mengalami trauma makanya belakangan ini tidak mau dulu pergi sekolah," imbuh Idris.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Lawan Perundungan di...
Lawan Perundungan di Sekolah, Wilmar Masukkan Program Anti-Bullying di Kurikulum
Komdigi Dorong Generasi...
Komdigi Dorong Generasi Muda Perkuat Literasi Digital
Siswa SMP Lempar Bom...
Siswa SMP Lempar Bom Molotov ke Sekolah di Kalbar, Densus 88: Terinspirasi Pelaku Kekerasan Luar Negeri
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Sekolah Yehonala Peringati...
Sekolah Yehonala Peringati Hari Anti Bullying Sedunia 2026 dengan Edukasi dan Komitmen Bersama
RUU Sisdiknas Atur Bab...
RUU Sisdiknas Atur Bab Khusus soal Penanganan Perundungan
Rekomendasi
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Berita Terkini
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved