Realisasi Anggaran PC-PEN di Sulsel Capai Rp6,88 Triliun Sepanjang 2021
Kamis, 13 Januari 2022 - 16:46 WIB
loading...
Realisasi anggaran PC-PEN di Sulsel tahun 2021 lalu mencapai Rp6,88 triliun. Foto: Eko Purwanto
A
A
A
MAKASSAR - Realisasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) di Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang tahun 2021 mencapai Rp6,88 triliun. Penyaluran dana tersebut dibagi menjadi empat klaster, yaitu kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, serta dukungan UMKM.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulsel, Syaiful menguraikan, realisasi pada klaster kesehatan mencapai Rp1,54 triliun, digunakan untuk penanganan 11.331 pasien Covid-19 , insentif tenaga kesehatan 43.200 orang, serta vaksinasi 8.129.646 dosis.
Baca juga:Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi di 2022, Menko Airlangga Ajak Perkuat Sinergi
Selanjutnya, pada klaster perlindungan sosial terealisasi sebesar Rp3,51 triliun, untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai, Kartu Pra Kerja, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, subsidi upah, dan bantuan kuota internet.
Klaster ketiga, program prioritas terealisasi senilai Rp1,4 triliun. Program yang berjalan di beberapa Kementerian tersebut sebagai upaya pemerintah dalam menanggulangi penambahan jumlah pengangguran dan dilaksanakan dalam bentuk padat karya.
Baca juga:Masih Bertebaran, Ini 4 Fakta Menarik Bansos 2022
Pada klaster dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp428,95 miliar berupa bantuan pemerintah untuk UMKM (BPUM) Rp427,68 miliar untuk 356.389 orang dan BLT pedagang kaki lima dan warung Rp1,27 miliar untuk 1.059 orang penerima.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulsel, Syaiful menguraikan, realisasi pada klaster kesehatan mencapai Rp1,54 triliun, digunakan untuk penanganan 11.331 pasien Covid-19 , insentif tenaga kesehatan 43.200 orang, serta vaksinasi 8.129.646 dosis.
Baca juga:Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi di 2022, Menko Airlangga Ajak Perkuat Sinergi
Selanjutnya, pada klaster perlindungan sosial terealisasi sebesar Rp3,51 triliun, untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai, Kartu Pra Kerja, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, subsidi upah, dan bantuan kuota internet.
Klaster ketiga, program prioritas terealisasi senilai Rp1,4 triliun. Program yang berjalan di beberapa Kementerian tersebut sebagai upaya pemerintah dalam menanggulangi penambahan jumlah pengangguran dan dilaksanakan dalam bentuk padat karya.
Baca juga:Masih Bertebaran, Ini 4 Fakta Menarik Bansos 2022
Pada klaster dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp428,95 miliar berupa bantuan pemerintah untuk UMKM (BPUM) Rp427,68 miliar untuk 356.389 orang dan BLT pedagang kaki lima dan warung Rp1,27 miliar untuk 1.059 orang penerima.
Lihat Juga :