Kisah Pilu Janda Aceh, Rumah Ambruk Kena Gempa Kini Anaknya Hilang saat Melaut

Rabu, 12 Januari 2022 - 16:07 WIB
loading...
Kisah Pilu Janda Aceh, Rumah Ambruk Kena Gempa Kini Anaknya Hilang saat Melaut
Halimatussakdiah (51) janda warga Gampong Teungkluet, Pidie Jaya, Aceh tak kuasa menahan sedih kala mendengar kabar anaknya, Munasar Taufik hilang di laut. Foto/iNews TV/Jamal Pangwa
A A A
PIDIE JAYA - Halimatussakdiah (51) janda lima anak yang tinggal di Gampong Teungkluet, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh tak kuasa menahan sedih. Munasar Taufik (22), anak ketiganya hilang di lautan lepas saat pergi melaut.

Munasar yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) pergi melaut dengan naik boat KM Kuala Pidie Jaya 30 GT. Kapal tersebut diawaki 20 orang.

Baca juga: Laskar Inong Balee, Pasukan Janda Pejuang Aceh yang Ciutkan Nyali Tentara VOC

Halimatussakdiah mengatakan, anaknya yang ketiga itu merupakan tulang punggung keluarga setelah kepergian suaminya 6 tahun yang lalu. Selama ini anaknya tersebut bekerja harian lepas untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Munasar baru sekitar 4 kali berlayar dengan kapal penangkap ikan. Halimatussakdiah sempat melarang anaknya pergi melaut dikarenakan kaki sebelah kanan anaknya tersebut lemah.

Namun Munasar tetap ngotot demi menafkahi keluarganya tersebut. Hingga akhirnya kabar duka itu datang. Sang anaknya dikabarkan hilang jatuh dari kapal. Saat kejadian, Munasar bermaksud buang air besar (BAB). Namun terpeleset jatuh ke laut.

Saat teman-temannya berusaha mencari, tubuh Munasar sudah tidak kelihatan. Diduga terbawa ombak besar di lokasi kejadian yang berada di 60 mil lepas Pantai Meureudu, Pidie Jaya.

Baca juga: Kisah Pilu Seorang Janda di Aceh Timur Usai Diterjang Banjir

"Saya hanya berharap dan berdoa kepada Allah agar jasad anaknya segera ditemukan walaupun sudah dihentikan pencariannya," sebut ibu lima anak tersebut.



Halimatussakdiah menambahkan, saat gempa bumi melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya, rumahnya roboh dan belum mampu membangun rumah yang layak untuk keluarga besarnya.

Kondisi rumah yang ditempati keluarga Halimatussakdiah sangat sempit hanya berukuran 4x5 meter, berdinding tepas dan atap yang sering bocor saat hujan.

Muhammad, salah seorang warga Pidie Jaya mengaku sedih melihat kondisi keluarga korban. Dia berharap Pemkab Pidie Jaya dan para dermawan untuk membantu meringankan beban keluarga almarhum.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2674 seconds (11.252#12.26)