Bea Cukai Yogyakarta Kembali Kawal Kedatangan Kargo Impor 20 Ton Vanili
Rabu, 10 Juni 2020 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
“Bea Cukai akan selalu mengedepankan pelayanan dan mengawasi ekspor impor secara optimal meski di tengah masa pandemi, kami tetap bekerja untuk Indonesia,” ujar Hengky.
Kedatangan kargo vanilla dari Papua Nugini tersebut dikawal oleh Bea Cukai Yogyakarta sejak dua minggu sebelum kedatangan, yang terdiri dari proses pemberitahuan pengangkutan dan pabean agar tidak ada kendala dalam proses importasinya.
Untuk memastikan kebenaran pemberitahuan manifest dan keamanan importasi yang dimaksud, Bea Cukai Yogyakarta melaksanakan pemeriksaan pembongkaran dan pesawat pengangkut barang impor tersebut. Yakni, dengan mencocokkan jumlah dan jenis barang pada manifest dengan barang yang diangkut.
Kargo yang diangkut oleh pesawat Air Nugini ini mengangkut komoditas berupa vanilla sebanyak 20 ton. Penerima barang tersebut adalah PT Agri Spice Indonesia yang berlokasi di Klaten. Sementara pengurusan dokumen dilakukan oleh Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) Fin Logistics Yogyakarta.
“Kedatangan kargo perdana yang dipantau oleh Bea Cukai Yogyakarta menunjukkan bahwa Bandara YIA telah siap untuk mendukung proses bisnis yang memanfaatkan sarana pengangkut udara,” pungkas Hengky.
Kedatangan kargo vanilla dari Papua Nugini tersebut dikawal oleh Bea Cukai Yogyakarta sejak dua minggu sebelum kedatangan, yang terdiri dari proses pemberitahuan pengangkutan dan pabean agar tidak ada kendala dalam proses importasinya.
Untuk memastikan kebenaran pemberitahuan manifest dan keamanan importasi yang dimaksud, Bea Cukai Yogyakarta melaksanakan pemeriksaan pembongkaran dan pesawat pengangkut barang impor tersebut. Yakni, dengan mencocokkan jumlah dan jenis barang pada manifest dengan barang yang diangkut.
Kargo yang diangkut oleh pesawat Air Nugini ini mengangkut komoditas berupa vanilla sebanyak 20 ton. Penerima barang tersebut adalah PT Agri Spice Indonesia yang berlokasi di Klaten. Sementara pengurusan dokumen dilakukan oleh Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) Fin Logistics Yogyakarta.
“Kedatangan kargo perdana yang dipantau oleh Bea Cukai Yogyakarta menunjukkan bahwa Bandara YIA telah siap untuk mendukung proses bisnis yang memanfaatkan sarana pengangkut udara,” pungkas Hengky.
(unt)