Diskusi Bareng Warga, Ganjar Puji Kreativitas dan Kolaborasi Masyarakat Kebumen
Selasa, 11 Januari 2022 - 23:08 WIB
loading...
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat Ngopi Bareng warga, tenaga kesehatan, kelompok tani, dan penyuluh pertanian, di Kebumen, Selasa (11/1/2022). Foto: Istimewa
A
A
A
KEBUMEN - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memuji kreativitas masyarakat Karanggayam, Kabupaten Kebumen dalam meningkatkan taraf perekonomian hidupnya.
Pujian tersebut disampaikan Ganjar saat berdiskusi bersama warga, tenaga kesehatan, kelompok tani, dan penyuluh pertanian di Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Baca juga: Pakai Uang Pribadi, Ganjar Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni di Temanggung
Menurutnya, inovasi yang diciptakan tak lain agar memaksimalkan potensi-potensi daerah itu. “Antusiasme masyarakat Karanggayam, Kebumen sangat bagus. Kita ditampilkan contoh beberapa produk seperti kopi yang sudah sampai Rusia, batik, maupun kerajinan dari kayu," ucap Ganjar usai Ngopi Bareng warga, tenaga kesehatan, kelompok tani, dan penyuluh pertanian, Selasa (11/1/2022).
Selain itu, anak-anak muda di wilayah tersebut turut berkontribusi, dengan melakukan konservasi, menanam, mengelola kayu, sampai mengurus sertifikat secara mandiri. Padahal, untuk memenuhi itu semua membutuhkan dana ratusan juta rupiah.
“Dia urus semuanya itu termasuk bagaimana mereka mengkonservasi sumber mata air. Ada yang bentuknya koperasi, komunitas dalam masyarakat seperti kelompok tani hutan," bebernya.
Pujian tersebut disampaikan Ganjar saat berdiskusi bersama warga, tenaga kesehatan, kelompok tani, dan penyuluh pertanian di Karanggayam, Kabupaten Kebumen.
Baca juga: Pakai Uang Pribadi, Ganjar Renovasi Rumah Warga Tak Layak Huni di Temanggung
Menurutnya, inovasi yang diciptakan tak lain agar memaksimalkan potensi-potensi daerah itu. “Antusiasme masyarakat Karanggayam, Kebumen sangat bagus. Kita ditampilkan contoh beberapa produk seperti kopi yang sudah sampai Rusia, batik, maupun kerajinan dari kayu," ucap Ganjar usai Ngopi Bareng warga, tenaga kesehatan, kelompok tani, dan penyuluh pertanian, Selasa (11/1/2022).
Selain itu, anak-anak muda di wilayah tersebut turut berkontribusi, dengan melakukan konservasi, menanam, mengelola kayu, sampai mengurus sertifikat secara mandiri. Padahal, untuk memenuhi itu semua membutuhkan dana ratusan juta rupiah.
“Dia urus semuanya itu termasuk bagaimana mereka mengkonservasi sumber mata air. Ada yang bentuknya koperasi, komunitas dalam masyarakat seperti kelompok tani hutan," bebernya.
Lihat Juga :