Tan Sam Cai, Santri Murtad Kesultanan Cirebon yang Diangkat Menjadi Dewa
Minggu, 09 Januari 2022 - 05:39 WIB
loading...
Tan Sam Cai. Foto: Istimewa
A
A
A
PENGAMBILAN Nama Arab atau Jawa oleh orang Tionghoa atau peranakan adalah hal yang biasa. Namun, justru nama-nama Arab atau Jawa itulah yang lebih dikenal oleh orang Indonesia, ketimbang nama Tionghoa.
Seperti Raden Patah atau Al Fatah, memiliki nama asli Jin Bun, sebagai Sultan Demak. Tetapi siapa yang mengenal Jin Bun? Masyarakat Indonesia lebih mengenal Raden Patah. Begitu pula dengan Tan Sam Cai.
Pria yang memiliki nama Arab atau Jawa, Muhammad Syafii gelar Tumenggung Arya Wiracula, ini disebut-sebut memiliki kebiasaan mengumpulkan wanita di harem-nya. Cerita Pagi hari ini akan membahas Tan Sam Cai itu.
Baca juga: Penyerangan Demak dan Cirebon Hancurkan Kejayaan Pajajaran
Tan Sam Cai menjadi Menteri Keuangan Kesultanan Cirebon dari tahun 1569 sampai 1585. Dia berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik, sehingga bisa mendirikan harem-nya sendiri, yakni Istana Sunjaragi.
Tetapi, Tan Sam Cai disebut-sebut murtad. Dia tidak suka memakai nama Islam, Muhammad Syafii gelar Tumenggung Arya Wiracula. Dia lebih suka mengunjungi klenteng Talang dan membakar hio, ketimbang salat di masjid.
Seperti Raden Patah atau Al Fatah, memiliki nama asli Jin Bun, sebagai Sultan Demak. Tetapi siapa yang mengenal Jin Bun? Masyarakat Indonesia lebih mengenal Raden Patah. Begitu pula dengan Tan Sam Cai.
Pria yang memiliki nama Arab atau Jawa, Muhammad Syafii gelar Tumenggung Arya Wiracula, ini disebut-sebut memiliki kebiasaan mengumpulkan wanita di harem-nya. Cerita Pagi hari ini akan membahas Tan Sam Cai itu.
Baca juga: Penyerangan Demak dan Cirebon Hancurkan Kejayaan Pajajaran
Tan Sam Cai menjadi Menteri Keuangan Kesultanan Cirebon dari tahun 1569 sampai 1585. Dia berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik, sehingga bisa mendirikan harem-nya sendiri, yakni Istana Sunjaragi.
Tetapi, Tan Sam Cai disebut-sebut murtad. Dia tidak suka memakai nama Islam, Muhammad Syafii gelar Tumenggung Arya Wiracula. Dia lebih suka mengunjungi klenteng Talang dan membakar hio, ketimbang salat di masjid.
Lihat Juga :