Sesditjen Perkeretaapian Tinjau Siding Track Menuju Pabrik Semen Tonasa
Jum'at, 07 Januari 2022 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
"Bersama-sama terus kita genjot penyelesaian proyek KA ini. Alhamdullilah, sampai dengan tahun 2021 telah selesai dibangun jalur dan bangunan KA sepanjang kurang lebih 115 kilometer. Mulai dari KM 14+400 sampai dengan 115+850, termasuk siding 15 kilometer. Lalu, ada lima stasiun dan fasop menyisakan 2 kilometer," tuturnya.
Total nilai investasi untuk proyek KA rute Makassar-Parepare pun sangat besar. Amanna Gappa menyebut hingga 2021, investasi pembangunan sarana KA telah mencapai Rp5,6 triliun. Jumlah itu masih terus bertambah, dimana estimasi investasi pada tahun ini berkisar Rp256 miliar.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Sulsel Ditarget Rampung Maret
Ia mengimbuhkan seiring dengan hampir rampungnya proyek KA, pihaknya telah membuat rencana operasi tahap awal. Untuk operasi tahap I, main line-nya meliputi segmen I, segmen II dan segmen III. Lalu, ada siding track meliputi segmen VI yakni siding Tonasa dan Garongkong. Panjang lintasan mencapai 115 kilometer dan terdiri 14 stasiun.
"Untuk operasi tahap I nantinya, tujuannya ada dua. Pertama, angkutan barang dari dan ke Pelabuhan Garongkong menuju Pabrik Tonasa. Kedua, angkutan penumpang Stasiun Mandai di Maros - Stasiun Palanro di Barru," ungkapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan lebar jalan rel KA rute Makassar-Parepare mencapai 1.435 mm untuk mengakomodir potensi angkutan barang. Kebutuhan lebar lahan diakuinya berkisar kurang lebih 50 meter, dengan mempertimbangkan pertimbangan jalur ganda kereta api.
Tidak cuma berfokus merampungkan jalur KA rute Makassar-Parepare , Amanna Gappa menyebut pihaknya juga sedang berupaya merampungkan sejumlah fasilitas penunjang. Hal itu meliputi sejumlah stasiun, depo lokomotif dan balaiyasa. Khusus depo lokomotif dan balaiyasa hanya dibangun di Maros.
Total nilai investasi untuk proyek KA rute Makassar-Parepare pun sangat besar. Amanna Gappa menyebut hingga 2021, investasi pembangunan sarana KA telah mencapai Rp5,6 triliun. Jumlah itu masih terus bertambah, dimana estimasi investasi pada tahun ini berkisar Rp256 miliar.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Sulsel Ditarget Rampung Maret
Ia mengimbuhkan seiring dengan hampir rampungnya proyek KA, pihaknya telah membuat rencana operasi tahap awal. Untuk operasi tahap I, main line-nya meliputi segmen I, segmen II dan segmen III. Lalu, ada siding track meliputi segmen VI yakni siding Tonasa dan Garongkong. Panjang lintasan mencapai 115 kilometer dan terdiri 14 stasiun.
"Untuk operasi tahap I nantinya, tujuannya ada dua. Pertama, angkutan barang dari dan ke Pelabuhan Garongkong menuju Pabrik Tonasa. Kedua, angkutan penumpang Stasiun Mandai di Maros - Stasiun Palanro di Barru," ungkapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan lebar jalan rel KA rute Makassar-Parepare mencapai 1.435 mm untuk mengakomodir potensi angkutan barang. Kebutuhan lebar lahan diakuinya berkisar kurang lebih 50 meter, dengan mempertimbangkan pertimbangan jalur ganda kereta api.
Tidak cuma berfokus merampungkan jalur KA rute Makassar-Parepare , Amanna Gappa menyebut pihaknya juga sedang berupaya merampungkan sejumlah fasilitas penunjang. Hal itu meliputi sejumlah stasiun, depo lokomotif dan balaiyasa. Khusus depo lokomotif dan balaiyasa hanya dibangun di Maros.
Lihat Juga :