Jalan Rusak di Jakarta, Anggota DPRD DKI Kenneth: Jangan Hanya Tambal Sulam
Kamis, 06 Januari 2022 - 20:36 WIB
loading...
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth (kanan) saat mengecek jalan rusak di Jembatan Layang Grogol, tepatnya di depan Universitas Trisakti, bersama Kasatpel Bina Marga beserta satgas di wilayah. Foto: SINDOnews/Ist
A
A
A
JAKARTA - Jalan rusak di Jakarta masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, saat ini masih banyak jalan rusak akibat dampak banjir yang terjadi sejak awal 2021. Sebagian di antara titik jalan rusak juga ada yang karena faktor umur jalan sudah terlalu lama.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan benar-benar memerhatikan jalan yang rusak di sejumlah titik di Ibu Kota, serta bisa dilakukan perbaikan dengan cepat.
"Jalan rusak di Jakarta sudah tidak mendapatkan perhatian khusus, dan menurut temuan saya bahwa Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan hanya dengan tambal sulam saja. Saya mengharapkan untuk jalan yang sudah parah kondisinya, harus dibangun ulang. Kalau hanya tambal sulam biasanya tidak akan bertahan lama. Harus dibuat baru, itu baru memberikan solusi," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (6/1/2022).
Pria yang akrab disapa Kent ini membeberkan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp16,6 miliar dari KUPA-PPAS 2021 untuk perbaikan jalan rusak. Dengan anggaran besar seperti itu, seharusnya sudah tidak ada lagi aduan warga soal jalan rusak dan berlubang di Jakarta.
"Sudah banyak sekali pengguna jalan yang menjadi korban akibat jalan rusak ini, dari Luka-luka hingga menyebabkan meninggal dunia akibat kecelakaan karena jalan berlubang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDIP DKI Jakarta itu.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan benar-benar memerhatikan jalan yang rusak di sejumlah titik di Ibu Kota, serta bisa dilakukan perbaikan dengan cepat.
"Jalan rusak di Jakarta sudah tidak mendapatkan perhatian khusus, dan menurut temuan saya bahwa Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan hanya dengan tambal sulam saja. Saya mengharapkan untuk jalan yang sudah parah kondisinya, harus dibangun ulang. Kalau hanya tambal sulam biasanya tidak akan bertahan lama. Harus dibuat baru, itu baru memberikan solusi," kata Kenneth dalam keterangannya, Kamis (6/1/2022).
Pria yang akrab disapa Kent ini membeberkan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp16,6 miliar dari KUPA-PPAS 2021 untuk perbaikan jalan rusak. Dengan anggaran besar seperti itu, seharusnya sudah tidak ada lagi aduan warga soal jalan rusak dan berlubang di Jakarta.
"Sudah banyak sekali pengguna jalan yang menjadi korban akibat jalan rusak ini, dari Luka-luka hingga menyebabkan meninggal dunia akibat kecelakaan karena jalan berlubang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDIP DKI Jakarta itu.
Lihat Juga :