Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Adukan Nasib ke DPRD Kota Tangerang
Kamis, 06 Januari 2022 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kurang lebih ini yang dirugikan sama-sama pedagang juga sebenarnya. Dari Tanah Tinggi dirugikan, dari Jatiuwung juga dirugikan. Karena semua omzet pedagang turun karena adanya dua pasar ini," ujarnya.
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo berjanji menampung aspirasi para pedagang untuk kemudian ditindaklanjuti. "Isi aspirasi ada tiga poin yang disampaikan dan ini akan kita tindak lanjuti. Nanti kita akan berkoordinasi dan berkomunikasi serta memanggil dinas terkait yang berkaitan dengan kondisi Pasar Jatiuwung dan Tanah Tinggi," ungkapnya.
Baca juga: Pasar Barang Bekas Berkualitas, Sudin LH Jakut Gagas Pekan Bazar Delisos
DPRD segera mendalami permasalahan kedua pasar induk ini. Idealnya hanya ada satu pasar induk di Kota Tangerang. Keberadaan Pasar Induk Jatiuwung yang diklaim pasar terluas se-Provinsi Banten sangat efektif.
"Idealnya cuma satu kan melihat kapasitas jumlah penduduk biasa penyebaran. Kalau kita lihat beberapa wilayah, daerah kayak Semarang saja belum ada juga pasar induk. Ini kan harus ada pendistribusian dari jumlah penduduk. Kalau pasar induk itu rata-rata satu setahu saya. Termasuk Jakarta cuma Kramat Jati," jelasnya.
Dia berjanji setelah menerima aspirasi dari para pedagang Pasar Induk Jatiuwung segera meminta penjelasan Wali Kota Tangerang. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil dinas-dinas terkait untuk menindaklanjuti permasalahan ini. "Nanti dalam hearing kita akan tahu jawabannya karena kita ingin konfirmasi dahulu dengan pihak terkait dan dinas baik Indagkop, Perizinan, Perkim. Ini kan terkait RDTM di wilayah nanti kita akan cek semuanya," ujar Gatot.
Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo berjanji menampung aspirasi para pedagang untuk kemudian ditindaklanjuti. "Isi aspirasi ada tiga poin yang disampaikan dan ini akan kita tindak lanjuti. Nanti kita akan berkoordinasi dan berkomunikasi serta memanggil dinas terkait yang berkaitan dengan kondisi Pasar Jatiuwung dan Tanah Tinggi," ungkapnya.
Baca juga: Pasar Barang Bekas Berkualitas, Sudin LH Jakut Gagas Pekan Bazar Delisos
DPRD segera mendalami permasalahan kedua pasar induk ini. Idealnya hanya ada satu pasar induk di Kota Tangerang. Keberadaan Pasar Induk Jatiuwung yang diklaim pasar terluas se-Provinsi Banten sangat efektif.
"Idealnya cuma satu kan melihat kapasitas jumlah penduduk biasa penyebaran. Kalau kita lihat beberapa wilayah, daerah kayak Semarang saja belum ada juga pasar induk. Ini kan harus ada pendistribusian dari jumlah penduduk. Kalau pasar induk itu rata-rata satu setahu saya. Termasuk Jakarta cuma Kramat Jati," jelasnya.
Dia berjanji setelah menerima aspirasi dari para pedagang Pasar Induk Jatiuwung segera meminta penjelasan Wali Kota Tangerang. Selain itu, pihaknya juga akan memanggil dinas-dinas terkait untuk menindaklanjuti permasalahan ini. "Nanti dalam hearing kita akan tahu jawabannya karena kita ingin konfirmasi dahulu dengan pihak terkait dan dinas baik Indagkop, Perizinan, Perkim. Ini kan terkait RDTM di wilayah nanti kita akan cek semuanya," ujar Gatot.
(jon)
Lihat Juga :