Horor! Hobi Nyeleneh Pria Tulungagung Bikin Bergidik, Koleksi Keranda Mayat hingga Tali Pocong

Rabu, 29 Desember 2021 - 09:39 WIB
loading...
Horor! Hobi Nyeleneh...
Sutarji dan salah satu benda koleksinya, yaitu keranda mayat. Masih banyak koleksi lain yang disimpan di rumahnya.Foto/Avirista Midaada
A A A
TULUNGAGUNG - Pria di Tulungagung ini mempunyai hobi unik mengoleksi benda - benda antik dan benda yang berkaitan dengan kematian. Pria bernama Sutarji, ini mengoleksi ribuan benda antik dan benda yang berkaitan di kematian di rumah pribadinya. Ia menjadikan rumahnya layaknya museum benda antik.

MNC Portal Indonesia mencoba menemui di kediamannya di Dusun Jeding Kulon RT 1 RW 1 Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Kesan mistis memang terasa saat tiba di depan rumah Sutarji.

Baca juga: 5 Kisah Cinta Tragis Berujung Maut, Nomor 4 Paling Menggemparkan

Area rumah yang menghadap kebun jagung dengan ornamen - ornamen unik telah menyambut siapapun tamu yang hadir. Di depan rumah Sutarji, lampu menyerupai tanduk terbuat dari kayu sejumlah 7 unit dengan lampu teplok.

Horor! Hobi Nyeleneh Pria Tulungagung Bikin Bergidik, Koleksi Keranda Mayat hingga Tali Pocong


Gapura utama rumah terdapat dua ukiran batu ular dan tulang kepala sapi terlihat nyentrik dibandingkan rumah - rumah pada umumnya. Hiasan ini terpampang tepat di bagian tengah atas gapura pintu masuk.

Bergeser ke selatan, terdapat sebuah keranda mayat yang terpasang di tepi jalan paving yang merupakan akses jalan desa setempat, sudah menyambut siapapun yang datang. Keranda mayat lengkap dengan kain pembungkus bertuliskan Arab lafal syahadat terpasang tergantung di atap dengan bangunan rumah menyerupai gasebo. Bangunan ini tepat berdiri di atas saluran air irigasi yang juga didesain sedemikian unik dengan ukiran yang ada. Total ada lima keranda jenazah yang dimilikinya.

Baca juga: Diajak Pesta Miras hingga Mabuk, Janda Muda Diperkosa Bergiliran 2 Pria Kenalan di Facebook

Horor! Hobi Nyeleneh Pria Tulungagung Bikin Bergidik, Koleksi Keranda Mayat hingga Tali Pocong


Anda akan terkejut lantaran ada lima pintu gerbang yang dapat dimasuki saat menuju rumah Sutarji. Dua gerbang menuju koleksi bangunan rumah yang digunakan menampilkan koleksi benda - benda unik miliknya. Tiga gerbang lagi merupakan area masuk ke rumah utama, dalam hal ini ruang tamu dan ruang keluarga. Tetapi sebenarnya seluruh bagian rumah Sutarji ini tersambung satu sama lain dengan luas hampir 280 meter persegi.

Memasuki rumah dari sisi selatan rumahnya, keunikan rumah kian terasa. Apalagi beberapa ukiran telah menyambut, termasuk tulang kepala sapi yang menyambut di pintu masuk bagian selatan.

Di dalam rumah beragam koleksi benda - benda antik dan unik. Beberapa benda seperti dokar, televisi kuno, senter, jam dinding, mesin jahit, telepon kuno, keris, alat musik kuno, wayang, perabot rumah tangga kuno, hingga punden Desa Aryojeding.

Dari sekian koleksinya yang buat bulu kuduk merinding adalah koleksi 11 helai tali pocong milik orang meninggal, helm bekas korban kecelakaan, pakaian orang yang sudah meninggal dunia, menjadi koleksinya.

Sutarji mengaku ia menyukai mengoleksi benda - benda antik sejak puluhan tahun silam. Barang - barang itu ia dapat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya.

"Banyak yang beli, kadang orang ke sini bawa barang saya beli, kalau nggak gitu dikasih info di rumahnya orang terus saya datangi saya beli, tapi ada yang nggak boleh beli. Tapi kebanyakan beli," ucapnya ditemui MPI.

Namun hobinya mengoleksi benda-benda antik dan berhubungan dengan kematian ini awalnya juga mendapat pertentangan dari istri dan anak - anaknya. Namun untuk merayu meyakinkan sang istri, ia mencoba membagi rumahnya.

"Awalnya istri ya gak terima, lalu tak buatkan rumah tiga petak di depan itu khusus untuk istri dan anak - anak, nah yang belakang ini saya pakai untuk menyimpan benda - benda ini," tuturnya.

Tetapi lambat laun hobi Sutarji ini mendapat respon positif dari istri dan anaknya. Bahkan hingga kedua anaknya menikah dan ia mempunyai cucu, keluarganya tak lagi mempermasalahkan hobi nyelenehnya.

Menurutnya, benda - benda antik yang dikoleksinya ini menjadi semacam hiburan tersendiri bagi pria dengan dua orang anak ini. "Di rumah ini kan tinggal berdua sama istri, ya untuk hiburan saja, saya suka soalnya. Kalau anak sekarang di Surabaya yang kedua, yang pertama di Ngunut, Tulungagung," bebernya.

Kini sudah ribuan koleksi benda - benda antik ia kumpulkan di rumahnya sejak puluhan tahun lalu. Bahkan dirinya mengaku telah menghabiskan uang ratusan juta untuk membeli koleksi benda - benda antik untuk museum pribadinya itu. Dari benda - benda antik yang dimiliknya Dokar menjadi yang termahal dibelinya, yakni senilai Rp10 juta.

"Dokar cikar itu termahal harganya Rp10 juta, kalau gerobak itu ada yang Rp3 juta, ada Rp4 juta, alat musik seperti jidor, gamelan itu juga beli semuanya. Kalau yang termurah itu kayak lumpang - lumpang tadi, itu harganya Rp100 ribuan," ungkapnya.

Namun ia memastikan koleksi - koleksi benda antiknya itu tidak ada yang digolongkan benda cagar budaya yang dilindungi undang-undang. Sebab pernah suatu ketika ada petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur yang langsung mengecek benda - benda antiknya.

Baca juga: Panembahan Senopati Libatkan Nyi Roro Kidul dan Pasukan Jin Taklukkan Pajang Tanpa Peperangan

"Orang BPCB pernah survei ke sini, dipastikan semua cuma benda antik. Saya nggak berani kalau cagar Budaya, patung kecil juga bahaya kalau benda cagar budaya, itu ada patung tapi patung kayu," tuturnya.

Sedangkan untuk benda - benda seperti tulang kepala sapi dan kambing ia kumpulkan dari hasilnya menyembelih hewan tersebut saat Idul Adha maupun saat aqiqah. Pengakuannya tak ada penambahan bahan pengawet pada setiap kepala sapi, kerbau, hingga kambing yang ia pampang di rumahnya.

"Tulang sapi asli bagian kepala jumlahnya ada 30, kalau kepala kambing lebih banyak. Saya itu jagal sapi kambing, kalau idul adha saya yang menyembelih. Habis dipotong dimasukkan ke kolam, dimakani ikan, dagingnya dimakani ikan, tinggal tulangnya, terus diambil, dipasang gitu saja. Nggak pakai trik khusus kayak pengawet gitu," ungkapnya.

Sementara satu sepeda motor yang terpampang di museum pribadinya, adalah sepeda motor yang menjadi saksi hidup dirinya balapan. "Motor itu sering saya pakai untuk balapan waktu saya muda. Dulu saya itu balapan, waktu masih muda," katanya.

Pria yang juga berternak ikan gurami dan lele ini mengungkapkan, tak ada perawatan khusus bagi benda - benda antiknya. Bahkan ia juga memastikan tak ada perawatan semacam memandikan keris atau benda kuno, saat bulan maupun waktu - waktu tertentu.

"Kali yang keris ditaruh saja, nggak ada pembersihan khusus. Paling cuma dilap - lap saja. Kalau yang dari kayu, disemprot biar menjaga dari rayap. Nggak ada ritual khusus," tandasnya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Horor, Seorang Pria...
Horor, Seorang Pria di Purwakarta Ngamuk dan Bacok 13 Warga di Jalanan
Imbas Macet Parah di...
Imbas Macet Parah di Tanjung Priok, Pelindo Berikan Kompensasi pada Sopir dan Pemilik Kargo
Kronologi Macet Horor...
Kronologi Macet Horor di Jakarta Utara Bersumber dari Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan NPCT1
Horor Pemudik Antre...
Horor Pemudik Antre 10 Jam di Pelabuhan Gilimanuk
Makam Perempuan di Banyuwangi...
Makam Perempuan di Banyuwangi Porak Poranda, 2 Tali Pocong Hilang
Situbondo Gempar, Kursi...
Situbondo Gempar, Kursi Roda Rumah Sakit Jalan Sendiri Menuruni Tangga Terekam CCTV
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Rekomendasi
Lagu Sedia Aku Sebelum...
Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Viral di Australia, Gita Idgitaf Ungkap Sempat Tertekan
Juara MasterChef Indonesia...
Juara MasterChef Indonesia Ini Pernah Kesurupan, Pengakuan Stephanie Mayerson Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding
IPOT Edukasi Transformasi...
IPOT Edukasi Transformasi AI dan Literasi Finansial ke Generasi Muda eSports
Berita Terkini
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved