Sakit Hati Disebut Tak Berguna, Pria Ini Bunuh Janda Selingkuhannya di Bandung
Selasa, 09 Juni 2020 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Kapolsek Margahayu Kompol Agus mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban terakhir bertemu dengan seorang pria. Sejak saat itu, korban tak keluar dari kontrakannya.
"Setelah mendapat ciri-ciri pelaku, anggota Unit Reskrim Polsek Margahayu yang dibantu Satreskrim Polresta Bandung dan Ditreskrimum Polda Jabar berhasil menangkap tersangka M di tempat persembunyiannya di Cirame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat," kata Agus saat konferensi pers di Mapolsek Margahayu, Selasa (9/6/2020).
![Sakit Hati Disebut Tak Berguna, Pria Ini Bunuh Janda Selingkuhannya di Bandung]()
Kapolsek Margahayu Kompol Agus menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan janda. Foto/Humas Polresta Bandung
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, antara korban AC dengan pelaku M terlibat hubungan perselingkuhan. Tersangka M masih memiliki anak dan istri, sedangkan AC merupakan janda.
"Hubungan perselingkuhan antara tersangka M dengan korban AC sudah berjalan hampir setahun. Pelaku dan korban kenal dan kerap bertemu di tempat bekerja," kata Erlangga dalam keterangan tertulis.
Erlangga mengemukakan, tersangka M mengaku nekat menghabisi nyawa korban AC karena merasa sakit hati sering diejek dan dihina. Pada malam kejadian, pelaku menghabisi korban dengan cara mencekik leher dan membekap wajah korban menggunakan bantal selama kurang lebih 30 menit sampai korban tidak bergerak lagi dan meninggal dunia.
"Setelah mendapat ciri-ciri pelaku, anggota Unit Reskrim Polsek Margahayu yang dibantu Satreskrim Polresta Bandung dan Ditreskrimum Polda Jabar berhasil menangkap tersangka M di tempat persembunyiannya di Cirame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat," kata Agus saat konferensi pers di Mapolsek Margahayu, Selasa (9/6/2020).

Kapolsek Margahayu Kompol Agus menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan janda. Foto/Humas Polresta Bandung
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, antara korban AC dengan pelaku M terlibat hubungan perselingkuhan. Tersangka M masih memiliki anak dan istri, sedangkan AC merupakan janda.
"Hubungan perselingkuhan antara tersangka M dengan korban AC sudah berjalan hampir setahun. Pelaku dan korban kenal dan kerap bertemu di tempat bekerja," kata Erlangga dalam keterangan tertulis.
Erlangga mengemukakan, tersangka M mengaku nekat menghabisi nyawa korban AC karena merasa sakit hati sering diejek dan dihina. Pada malam kejadian, pelaku menghabisi korban dengan cara mencekik leher dan membekap wajah korban menggunakan bantal selama kurang lebih 30 menit sampai korban tidak bergerak lagi dan meninggal dunia.
Lihat Juga :