Jembatan Suramadu Ditutup 8 Jam Saat Malam Pergantian Tahun
Selasa, 28 Desember 2021 - 08:23 WIB
loading...
Jembatan Suramadu ditutup selama delapan jam pada malam pergantian tahun.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Polda Jawa Timur (Jatim) berencana melakukan penutupan Jembatan Suramadu saat malam pergantian tahun. Penutupan dilakukan selama 8 jam, yakni pada 31 Desember 2021 mulai pukul 21.00 WIB hingga 1 Januari 2022 pukul 05.00 WIB.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman mengatakan, penutupan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura itu untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat yang akan merayakan pergantian tahun. Biasanya, jembatan Suramadu menjadi tempat favorit masyarakat menghabiskan malam pergantian tahun.
Baca juga: 5 Bencana Besar di Tanah Air Selama 2021, Nomer 3 Paling Dahsyat
"Kalau untuk kendaraan logistik, ambulance, dan kegiatan emergency lainnya masih diperbolehkan lewat jembatan Suramadu," katanya, Selasa (28/12/2021).
Dia menambahkan, ruas jalan yang berpotensi kerumunan seperti di alun-alun kota/kabupaten juga akan dilakukan penutupan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun rumah saja. "Hal ini untuk menghindari kerumunan dan penyebaran COVID-19. Apalagi sekarang sudah ada varian baru yakni Omicron," imbuhnya.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman mengatakan, penutupan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura itu untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat yang akan merayakan pergantian tahun. Biasanya, jembatan Suramadu menjadi tempat favorit masyarakat menghabiskan malam pergantian tahun.
Baca juga: 5 Bencana Besar di Tanah Air Selama 2021, Nomer 3 Paling Dahsyat
"Kalau untuk kendaraan logistik, ambulance, dan kegiatan emergency lainnya masih diperbolehkan lewat jembatan Suramadu," katanya, Selasa (28/12/2021).
Dia menambahkan, ruas jalan yang berpotensi kerumunan seperti di alun-alun kota/kabupaten juga akan dilakukan penutupan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun rumah saja. "Hal ini untuk menghindari kerumunan dan penyebaran COVID-19. Apalagi sekarang sudah ada varian baru yakni Omicron," imbuhnya.
Lihat Juga :