Premium Bakal Dihapus, Ridwan Kamil Minta Pusat Bijak dalam Proses Transisi
Senin, 27 Desember 2021 - 20:36 WIB
loading...
Gubernur Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat bijak dalam proses transisi penghapusan BBM premium.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat bijak dalam proses transisi menyusul rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.
Ridwan Kamil sendiri menyatakan, pihaknya mendukung rencana implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20/2017 yang mensaratkan standar minimal RPN 91 untuk produk gasoline dan CN 51 untuk gasoil sesuai standar EURO 4 itu.
Baca juga: Kunjungi Makam Handi dan Salsabila, KSAD Santuni Keluarga Korban
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kamg Emil itu, lambat laun, penggunaan energi fosil seperti premium dipastikan berkurang dan berhenti. Terlebih, tren energi baru terbarukan (EBT), seperti listrik kini mulai meningkat.
"(Penghapusan premium) ini hanya masalah waktu, ibaratnya magrib akan tiba bahwa perlahan BBM akan berkurang," ujar Kamg Emil, Senin (27/12/2024).
Meski begitu, Kang Emil menekankan bahwa penghapusan premium jangan dilakukan terburu-buru. Pasalnya, masyarakat membutuhkan waktu transisi.
"Saya kira karena ini kebijakan pusat tentu jangan sampai merugikan, dimana-mana proses transisi butuh waktu. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa lebih bijak melakukan proses transisi tanpa merugikan masyarakat terlalu cepat," jelasnya.
Ridwan Kamil sendiri menyatakan, pihaknya mendukung rencana implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20/2017 yang mensaratkan standar minimal RPN 91 untuk produk gasoline dan CN 51 untuk gasoil sesuai standar EURO 4 itu.
Baca juga: Kunjungi Makam Handi dan Salsabila, KSAD Santuni Keluarga Korban
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kamg Emil itu, lambat laun, penggunaan energi fosil seperti premium dipastikan berkurang dan berhenti. Terlebih, tren energi baru terbarukan (EBT), seperti listrik kini mulai meningkat.
"(Penghapusan premium) ini hanya masalah waktu, ibaratnya magrib akan tiba bahwa perlahan BBM akan berkurang," ujar Kamg Emil, Senin (27/12/2024).
Meski begitu, Kang Emil menekankan bahwa penghapusan premium jangan dilakukan terburu-buru. Pasalnya, masyarakat membutuhkan waktu transisi.
"Saya kira karena ini kebijakan pusat tentu jangan sampai merugikan, dimana-mana proses transisi butuh waktu. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa lebih bijak melakukan proses transisi tanpa merugikan masyarakat terlalu cepat," jelasnya.
Lihat Juga :