Pelantikan Patonro Community Dirangkaikan Seminar Sejarah

Senin, 27 Desember 2021 - 09:19 WIB
loading...
Pelantikan Patonro Community...
Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo berfoto bersama di sela pelantikan DPP Patonro Community yang dirangkaikan seminar sejarah. Foto: Istimewa
A A A
GOWA - Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III, mengukuhkan dan melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Patonro Community di Balla Lompoa. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan berkaitan adat dan budaya.

Pelantikan dan pengukuhan DPP Patonro Community periode 2021-2025 sejatinya akan dilakukan oleh mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Namun, politikus senior Demokrat itu berhalangan sehingga pengukuhan diambil alih oleh Raja Gowa ke-38.

Baca Juga: 60 Kampung KB di Kabupaten Gowa Sudah Berhasil Dibentuk

Dalam sambutannya, Raja Gowa ke-38 menitipkan sejumlah pesan kepada pengurus DPP Patonro Community. Salah satunya adalah keberadaan komunitas tersebut yang hadir untuk menjaga budaya dan sejarah. Di era modern saat ini, diapresiasinya masih ada komunitas yang peduli dengan adat, budaya dan sejarah lokal.

"Keberadaan Patonro Community patut kita apresiasi. Pesan saya agar Patonro Community mampu menegakkan marwah budaya dan sejarah," kata dia, dalam keterangan persnya, Minggu (26/12/2021).

Ia mengimbuhkan salah satu budaya Makasaar maupun Bugis yang harus dijaga adalah sopan santun dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam berpolitik. Hal itu ditekankannya karena Indonesia, termasuk Sulsel dalam waktu yang tidak lama lagi akan menggelar Pilkada.

Baca Juga: Harap Perayaan Nataru Berjalan Aman, Ini Pesan Bupati Gowa

"Budaya santun dalam politik ini penting. Itu harus dijaga dan memang sudah sesuai dengan adat dan budaya kita," ungkapnya.

Adapun pengukuhan dan pelantikan DPP Patonro Community, dirangkaikan dengan Seminar Sejarah Lembaga Adat Kerajaan Bajeng Polongbangkeng. Juga ada pameran budaya dan sejarah . Adapun kegiatan ini melibatkan seluruh pemangku adat Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi...
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi Keagamaan di Era Modern
Teknologi Crane Canggih...
Teknologi Crane Canggih Dipamerkan MHE di Cikarang
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Hotel Legendaris Ini...
Hotel Legendaris Ini Hidupkan Kembali Identitas Historis dan Nilai Budaya Yogyakarta
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Berita Terkini
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Pemprov DKI Gratiskan...
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi, Tempat Wisata, hingga Museum pada 22, 27, dan 28 Juni
Amankan 119 Orang saat...
Amankan 119 Orang saat Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, Polisi Cari Aktor Intelektual
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved