Tangani Kekerasan, Polda Papua Kedepankan Pendekatan ke Masyarakat
Jum'at, 24 Desember 2021 - 06:39 WIB
loading...
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyatakan dalam menangani aksi kekerasan lebih mengedepankan pendekatan ke masyarakat. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAYAPURA - Polda Papua terus melakukan langkah-langkah yang lebih soft dalam menangani aksi-aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) sejak awal hingga akhir 2021.
Hal itu disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri dalam alam refleksi akhir tahun 2021 di kediamannya, Kamis (23/12/2021).
Baca juga: Aksi Kekerasan Masih Mendera Bumi Cenderawasih, Kapolda Papua: Dialog Penyelesaiannya
"Saya selalu mengingatkan kepada anggota untuk menahan diri, apa bila kami TNI/Polri menahan diri maka aksi-aksi mereka tidak berlanjut. Ini makanya hingga akhir tahun tak semasif di awal-awal," kata Kapolda.
Mathius menjelaskan, Polri dan TNI sudah sepakat untuk melakukan langkah-langkah yang lebih soft dalam menangani KKB. Meski demikian, dia mengakui pada 2021 ada beberapa kasus aksi KKB yang terjadi di daerah baru atau tak pernah terdengar adanya konflik. Oleh karena itu, pihaknya akan mengantisipasi hal tersebut.
"Untuk itu di 2022 dalam operasi ini tidak ada lagi pengejaran. Kami sudah siapkan agenda yaitu soft approach policing di mana pendekatan ke masyarakat lebih manusiawi," katanya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua dan lainnya. "Kita akan memisahkan mana masyarakat mana kelompok yang bersebrangan, tentu perlu kerja keras," katanya lagi.
Hal itu disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri dalam alam refleksi akhir tahun 2021 di kediamannya, Kamis (23/12/2021).
Baca juga: Aksi Kekerasan Masih Mendera Bumi Cenderawasih, Kapolda Papua: Dialog Penyelesaiannya
"Saya selalu mengingatkan kepada anggota untuk menahan diri, apa bila kami TNI/Polri menahan diri maka aksi-aksi mereka tidak berlanjut. Ini makanya hingga akhir tahun tak semasif di awal-awal," kata Kapolda.
Mathius menjelaskan, Polri dan TNI sudah sepakat untuk melakukan langkah-langkah yang lebih soft dalam menangani KKB. Meski demikian, dia mengakui pada 2021 ada beberapa kasus aksi KKB yang terjadi di daerah baru atau tak pernah terdengar adanya konflik. Oleh karena itu, pihaknya akan mengantisipasi hal tersebut.
"Untuk itu di 2022 dalam operasi ini tidak ada lagi pengejaran. Kami sudah siapkan agenda yaitu soft approach policing di mana pendekatan ke masyarakat lebih manusiawi," katanya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua dan lainnya. "Kita akan memisahkan mana masyarakat mana kelompok yang bersebrangan, tentu perlu kerja keras," katanya lagi.
Lihat Juga :