Prof Husain Harap Sarasehan Forum Rektor Dorong Penguatan Karakter Bangsa
Kamis, 23 Desember 2021 - 13:04 WIB
loading...
Rektor UNM, Prof Husain Syam saat menghadiri Sarasehan Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) di Universitas Lampung, Rabu 22 Desember
A
A
A
LAMPUNG - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) , Prof Husain Syam, berharap agar penguatan karakter bangsa bisa terus ditingkatkan. Itu ia sampaikan usai menghadiri Sarasehan Nasional Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) di Kampus Universitas Lampung (Unila), Rabu 22 Desember kemarin.
Sarasehan dan Bedah Buku Bunga Rampai berlangsung 22-23 Desember 2021 dan menghadirkan sejumlah narasumber. Seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.
Baca juga: Wisudawan Terbaik UNM Bebas Tes Masuk Pascasarjana
Hadir pula Dirjen Dikti Prof Nizam, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Pimpinan KPK Nurul Ghufron, Direktur Wahid Intitute Yenni Wahid, BPIP Muhammad Sabri, akademisi Azumardy Azra, BNPT Prof Irfan Idris, akademisi Monash University Prof Nadirsyah Hosen.
Prof Husain Syam mengatakan, Sarasehan Forum Rektor ini memang diharapkan bisa menghasilkan rumusan untuk penguatan karakter bangsa. Termasuk di Perguruan tinggi.
Baca juga: Mahasiswa UNM Ikuti Program Riset Kolaboratif
"Karena karakter penguatan bangsa merupakan hal penting untuk bisa ditingkatkan, termasuk di perguruan tinggi," kata dia, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (23/12).
Guru besar berlatar belakang Teknik ini mengaku, Sarasehan Nasional Forum Rektor ini adalah forum yang tepat untuk merumuskan cara penguatan karakter. Terlebih dihadiri puluhan guru besar yang berkompeten.
"Hasil forum ini tentu sangat bagus untuk diterapkan. Sebagai salah satu dasar penguatan karakter," tandasnya.
Baca juga: Program PMM UNM Turut Jelajahi Destinasi Wisata Bira
Diketahui ada tiga Forum Rektor yang tergabung yakni, Forum Rektor Indonesia (FRI), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri, dan FRPKB sendiri.
FRI merupakan forum rektor yang bersifat umum sebagai wadah diskusi semua isu mulai ideologi, politik, sosial, budaya, pendidikan tinggi, ekonomi, dan isu-isu lainnya. Sementara itu, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri berkaitan dengan isu-isu pendidikan tinggi dan penerimaan mahasiswa. Sedangkan FRPKB adalah forum rektor baik PTN maupun PTS yang fokus pada penguatan karakter di perguruan tinggi.
Sarasehan dan Bedah Buku Bunga Rampai berlangsung 22-23 Desember 2021 dan menghadirkan sejumlah narasumber. Seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.
Baca juga: Wisudawan Terbaik UNM Bebas Tes Masuk Pascasarjana
Hadir pula Dirjen Dikti Prof Nizam, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Pimpinan KPK Nurul Ghufron, Direktur Wahid Intitute Yenni Wahid, BPIP Muhammad Sabri, akademisi Azumardy Azra, BNPT Prof Irfan Idris, akademisi Monash University Prof Nadirsyah Hosen.
Prof Husain Syam mengatakan, Sarasehan Forum Rektor ini memang diharapkan bisa menghasilkan rumusan untuk penguatan karakter bangsa. Termasuk di Perguruan tinggi.
Baca juga: Mahasiswa UNM Ikuti Program Riset Kolaboratif
"Karena karakter penguatan bangsa merupakan hal penting untuk bisa ditingkatkan, termasuk di perguruan tinggi," kata dia, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (23/12).
Guru besar berlatar belakang Teknik ini mengaku, Sarasehan Nasional Forum Rektor ini adalah forum yang tepat untuk merumuskan cara penguatan karakter. Terlebih dihadiri puluhan guru besar yang berkompeten.
"Hasil forum ini tentu sangat bagus untuk diterapkan. Sebagai salah satu dasar penguatan karakter," tandasnya.
Baca juga: Program PMM UNM Turut Jelajahi Destinasi Wisata Bira
Diketahui ada tiga Forum Rektor yang tergabung yakni, Forum Rektor Indonesia (FRI), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri, dan FRPKB sendiri.
FRI merupakan forum rektor yang bersifat umum sebagai wadah diskusi semua isu mulai ideologi, politik, sosial, budaya, pendidikan tinggi, ekonomi, dan isu-isu lainnya. Sementara itu, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri berkaitan dengan isu-isu pendidikan tinggi dan penerimaan mahasiswa. Sedangkan FRPKB adalah forum rektor baik PTN maupun PTS yang fokus pada penguatan karakter di perguruan tinggi.
(luq)
Lihat Juga :