Perlu Langkah Serius, 6,5 Juta Anak Indonesia Alami Stunting

Rabu, 22 Desember 2021 - 14:24 WIB
loading...
Perlu Langkah Serius,...
Penyerahan modul stunting dari Tanoto Foundation ke Poltekesos Bandung di Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, Rabu (22/12/2021). Foto Arif Budianto
A A A
BANDUNG - Sekitar 6,5 juta anak di Indonesia saat ini masih dalam kategori stunting . Angka sebelum pandemi (2019) itu diperkirakan akan semakin meningkat jika tak ada upaya serius oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat, dan elemen lainnya.

"Data tahun 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 27,6 persen atau sekitar 6,5 juta anak. Ini cukup tinggi, sehingga perlu upaya konkret semua pihak untuk menanggulangi persoalan ini," jelas Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation Eddy Henry pada Serah Terima Capaian Kerjasama Program Penurunan Pencegahan Stunting ke Poltekesos Bandung Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, Rabu (22/12/2021).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan angka stunting di Indonesia turun menjadi 14 persen pada 2024. Angka itu cukup fantastis, mengingat kondisi saat ini jumlah anak stunting masih cukup besar. Sehingga perlu upaya nyata untuk menurunkannya. Baca juga: Atasi Stunting, Pemkot Depok Perluas Jaringan Posyandu hingga Perumahan Elit

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan perguruan tinggi. Mereka bisa menghasilkan riset terkait stunting. Riset ini akan memberi gambaran konkrit tentang kondisi di masyarakat. Kampus juga bisa menjadi tenaga penyuluh ke masyarakat.

Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981. Berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Melanjutkan komitmen tersebut, sejak tahun 2020, Tanoto Foundation dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung bekerja sama dalam mengembangkan modul perubahan perilaku pencegahan stunting berdasarkan hasil penelitian.

"Kerja sama dengan Poltekesos telah menghasilkan kurikulum, panduan pelaksanaan praktikum pekerja sosial, modul pengabdian masyarakat, serta model Aksi Pengubahan Perilaku Cegah Stunting," imbuh dia. Baca juga: Cegah Pernikahan Anak, Pakar IPB Berbagi Pengetahuan Kesiapan Menikah bagi Remaja

Sementara itu, Direktur Poltekesos Marjuki mengemukakan, kerjasama Poltekesos dengan Tanoto Foundation tidak hanya menghasilkan sebuah model perubahan perilaku cegah stunting, tapi merupakan stimulan bagi lahirnya penelitian dan praktikum mahasiswa yang membahas isu pencegahan stunting. "Apa yang dihasilkan dari kerjasama ini akan terus berkembang sesuai dengan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi kampus kami," jelas dia.

Menurut dia, salah satu upaya untuk percepatan penurunan prevalensi stunting diperlukan perubahan perilaku masyarakat ke arah yang positif. Dalam upaya perubahan perilaku tersebut, salah satu pemangku kepentingan adalah Perguruan Tinggi dengan para akademisi yang mampu memahami masalah secara utuh, baik teoritis maupun praktis.

Perguruan tinggi yang memiliki kewajiban menyelenggarakan Tri Dharma bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat merupakan pemangku kepentingan yang strategis dalam upaya perubahan perilaku pencegahan stunting.

(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diikuti 700 Pelari,...
Diikuti 700 Pelari, Nutrition Run 2026 Galang Donasi untuk Anak Stunting
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BRI Peduli Perkuat Upaya Pencegahan Stunting di Berbagai Wilayah
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Desa Parungmulya lewat Program Makanan Tambahan
Edukasi Kesehatan Baduta,...
Edukasi Kesehatan Baduta, FK Unair Dukung Surabaya Zero Stunting
GETAS 2025, Jababeka...
GETAS 2025, Jababeka Targetkan Angka Stunting Kabupaten Bekasi di Bawah 14%
Tekan Pernikahan Dini...
Tekan Pernikahan Dini dan Stunting, BKKBN dan DPR Sosialisasi Program Bangga Kencana
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
Rekomendasi
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
Berita Terkini
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Infografis
Jumlah Pengangguran...
Jumlah Pengangguran di Indonesia Tembus 7,47 Juta Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved