Wagub Emil Dukung Program Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Rabu, 22 Desember 2021 - 09:10 WIB
loading...
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat hadir di Forum Nusantara III Wahid Foundation di salah satu hotel di Surabaya.Foto/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan selalu mendukung program-program terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak.
"Kami memiliki komitmen untuk mengarusutamakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam pembangunan kita. Indeks pembangunan manusia bukan satu-satunya indeks kinerja utama kami, tapi juga indeks pembangunan gender," kata Emil saat hadir di Forum Nusantara III Wahid Foundation di salah satu hotel di Surabaya, Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Kehebatan Jung Jawa, Kapal Induk Kerajaan Majapahit yang Menyerang Portugis
Menurut Emil, berdasarkan survei Pengalaman Hidup Indonesia tahun 2016, perempuan dengan suami pengangguran beresiko 1,36 kali lebih besar mengalami kekerasan. Sementara, berdasarkan data sistem informasi online kekerasan perempuan dan anak di Jatim, ada 668 kasus.
Terdiri dari 340 kekerasan fisik, 272 kekerasan psikis, 80 kasus kekerasan seksual, 6 kasus eksploitasi, 12 kasus trafficking, 107 kasus penelantaran dan 509 kasus kekerasan lainnya. "Kami mendorong koperasi wanita juga program-program seperti Gerakan Peduli Ibu dan Anak Berbasis Keluarga. Sebab kami ingin meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam aspek kewirausahaan," ujarnya.
"Kami memiliki komitmen untuk mengarusutamakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam pembangunan kita. Indeks pembangunan manusia bukan satu-satunya indeks kinerja utama kami, tapi juga indeks pembangunan gender," kata Emil saat hadir di Forum Nusantara III Wahid Foundation di salah satu hotel di Surabaya, Selasa (21/12/2021).
Baca juga: Kehebatan Jung Jawa, Kapal Induk Kerajaan Majapahit yang Menyerang Portugis
Menurut Emil, berdasarkan survei Pengalaman Hidup Indonesia tahun 2016, perempuan dengan suami pengangguran beresiko 1,36 kali lebih besar mengalami kekerasan. Sementara, berdasarkan data sistem informasi online kekerasan perempuan dan anak di Jatim, ada 668 kasus.
Terdiri dari 340 kekerasan fisik, 272 kekerasan psikis, 80 kasus kekerasan seksual, 6 kasus eksploitasi, 12 kasus trafficking, 107 kasus penelantaran dan 509 kasus kekerasan lainnya. "Kami mendorong koperasi wanita juga program-program seperti Gerakan Peduli Ibu dan Anak Berbasis Keluarga. Sebab kami ingin meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam aspek kewirausahaan," ujarnya.
Lihat Juga :