Beton Bekas Markas Tentara Australia di Perang Dunia II Disulap Jadi Rumah di Morotai

Selasa, 21 Desember 2021 - 11:43 WIB
loading...
Beton Bekas Markas Tentara...
Dinding rumah warga Desa Joubela, Morotai, Maluku Utara menggunakan potongan beton bekas markas tentara Australia peninggalan Perang Dunia II. Foto/Balai Arkeologi Maluku
A A A
GRESIK - Puing beton bekas markas tentara Australia pada Perang Dunia II disulap menjadi bangunan rumah oleh warga Desa Joubela, Morotai, Maluku Utara. Pecahan beton itu dipakai sebagai sebagai pengganti batu bata atau batako untuk mendirikan rumah.

"Struktur dinding batu markas Australia yang tebal dan kokoh dipecah-pecah oleh masyarakat untuk dijadikan bahan bangunan pengganti batako untuk mendirikan rumah," kata Arkeolog dari Balai Arkeologi Maluku, Karyamantha Surbakti dikutip Selasa (21/12/2021).

Baca juga: Pulau Terpencil Ini Jadi Lokasi Medan Perang Satu Lawan Satu Selama Perang Dunia II

Desa Joubela terletak di pesisir selatan Pulau Morotai. Saat Perang Dunia II wilayah ini menjadi bagian dari lokasi instalasi militer Sekutu. Area markas Australia terpisah dari permukiman dan fasilitas pangkalan Sekutu yang cenderung merapat ke arah sisi selatan pesisir pantai.

Berdasarkan penelitian pada 2020, Karyamantha menemukan bangunan peninggalan Perang Dunia II hanya menyisakan sedikit puing-puing struktur sisa fondasi bangunan di balik rerumputan.

Markas Australia berbentuk seperti benteng besar yang kokoh setinggi lebih dari tiga meter. Struktur dindingnya dibangun dari campuran beton semen dan batu-batu alami. Di sekitar markas berdiri bangunan-bangunan pendukung lainnya yang dibongkar oleh masyarakat dan bahan betonnya diambil untuk membangun rumah.

Bangunan-bangunan tersebut masih berdiri kokoh hingga tahun 1970-an. Namun dibongkar ketika Desa Jobela mulai dihuni oleh masyarakat lokal. Salah satu sisa struktur yang masih tampak adalah bekas lubang toilet di atas permukaan tanah.

Baca juga: Indonesia Akan Bangun Pusat Peluncuran Roket, Morotai dan Biak Jadi Pilihan Lokasi

"Area bekas lokasi markas Australia ini tampak berupa sebidang tanah datar yang cukup luas. Kondisinya saat ini tampak kosong dan masyarakat setempat memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam pohon karet," paparnya.

Selain sisa bangunan, sejumlah perkakas dan peralatan peninggalan Sekutu di area ini pun semuanya sudah diangkat, baik dimanfaatkan kembali oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, maupun dikumpulkan oleh pengumpul besi tua.

Aktivitas pengangkutan besi-besi tua sisa bekas Perang Dunia Dua terjadi secara masif di tahun 1980-an, sehingga menyebabkan Desa Joubela tampak bersih dari tinggalan sejarah.

"Sampai saat ini jejak-jejak Perang Dunia Dua yang masih tampak, relatif sangat sedikit. Di beberapa lokasi masih bisa dijumpai sisa-sisa benda tinggalan sekutu di permukaan tanah, tapi bekas bangunan, jaringan irigasi masih nampak samar-samar dibalik rimbunan vegetasi," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Kunjungi...
PM Australia Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan di Jakarta Dialihkan
Pemprov Jakarta Impor...
Pemprov Jakarta Impor Sapi Australia demi Jaga Stabilisasi Harga Daging
Partai Perindo Gelar...
Partai Perindo Gelar Nobar Timnas Indonesia vs Australia di DPP Menteng
Gempa Morotai M6,1 Dipicu...
Gempa Morotai M6,1 Dipicu Aktivitas Lempeng Laut Maluku
Airlangga Pecah Kerajaannya...
Airlangga Pecah Kerajaannya demi Hindari Anaknya Berebut Tahta Warisan
Misteri Wisma Tumapel,...
Misteri Wisma Tumapel, Bangunan Ikonik nan Mistis Tempat Menginap Pejabat Belanda
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Rekomendasi
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved